Analisis Implementasi Emergency Response Plan (Erp) Untuk Kejadian Kebakaran Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (Spbu) Di Kota Banda Aceh Tahun 2024

PUTRA RIZKI AULIA, 2007110010 (2024) Analisis Implementasi Emergency Response Plan (Erp) Untuk Kejadian Kebakaran Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (Spbu) Di Kota Banda Aceh Tahun 2024. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI PUTRA RIZKI AULIA.pdf] Text
SKRIPSI PUTRA RIZKI AULIA.pdf

Download (7MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (251kB)

Abstract

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan bagian vital dari
industri Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) namun berisiko tinggi mengalami kecelakaan
kerja seperti kebakaran. Meskipun ada regulasi seperti Keputusan Dirjen Minyak dan
Gas Bumi Nomor: 0289.K/18/DJM.T/2018, kejadian kebakaran masih sering terjadi di
Indonesia. Tahun 2018, tercatat 120 kejadian kebakaran di SPBU di Indonesia yang
disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap SOP, kurangnya keterampilan pekerja, dan
kelemahan manajemen keselamatan. Kasus kebakaran di Aceh pada 2017
menunjukkan pentingnya perencanaan Emergency Response Plan (ERP). Penelitian
ini bertujuan mengkaji penerapan ERP di SPBU kota Banda Aceh.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di empat SPBU
di Banda Aceh, menggunakan pendekatan studi kasus melalui metode wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah empat orang yang dipilih
berdasarkan kredibilitas mereka dalam menjelaskan situasi dan realitas terkait
penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan tabel
matriks dan analisis konten.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap SPBU memiliki tingkat kesiapan
dan pendekatan yang berbeda dalam penanggulangan darurat. SPBU PT. Coco
Sudirman menonjol dengan struktur dan kesiapan ERP yang paling baik, termasuk
pelatihan rutin, simulasi, serta adanya tim Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan
(HSE) yang aktif. Sementara itu, SPBU lainnya memerlukan perbaikan signifikan,
terutama dalam dokumentasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pelatihan
yang lebih terstruktur. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sarana dan
prasarana di keempat SPBU memiliki kelengkapan yang baik dan memenuhi standar
operasional prosedur. Penting untuk dicatat bahwa keempat SPBU yang diteliti masih
aman dan belum pernah mengalami kebakaran.
Penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun ada SPBU yang sudah
memiliki ERP yang baik, masih banyak yang perlu meningkatkan kesiapan dan respons
mereka terhadap situasi darurat. Oleh karena itu, disarankan agar SPBU yang belum
memiliki SOP tertulis segera menyusunnya dan melaksanakan pelatihan yang lebih
terencana dan berkelanjutan. Langkah-langkah ini akan meningkatkan kesiapan
mereka dalam menanggapi dan mengelola situasi darurat secara lebih efektif dan
efisien, serta mengurangi risiko kerugian yang lebih besar. Dengan implementasi ERP
yang lebih baik, SPBU dapat memastikan keselamatan dan keamanan yang lebih
tinggi bagi semua pihak yang terlibat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Dr.Tahara Dilla Santi,M.Biomed Putri Ariscasari,skm.mkk
Uncontrolled Keywords: Emergency Response Plan (ERP), Kebakaran, SPBU
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 3
Date Deposited: 05 Sep 2026 03:20
Last Modified: 05 Sep 2026 03:20
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2806

Actions (login required)

View Item
View Item