Ilham Purnama, 1803120071 (2021) Studi Perbandingan Antara Debit Pada Bangunan Ukur Tipe Ambang Lebar Dengan Tipe Crump De Gruyter (Studi Kasus: Saluran Primer Dan Sekunder Daerah Irigasi Jambo Aye Kanan Kabupaten Aceh Utara). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
STUDI PERBANDINGAN ANTARA DEBIT PADA BANGUNAN UKUR TOPE AMBANG LEBAR DENGAN TIPE CRUMP DE GRUYTER.pdf
Download (9MB)
FORM B.pdf
Download (2MB)
Abstract
Irigasi Jambo Aye Kanan masih dalam tahap pembangunan maka dari itu perlu
dilengkapi bangunan ukur di saluran primer dan sekunder. Dimana Tipe bangunan
ukur yang penulis teliti adalah bangunan ukur Ambang Lebar dan CDG, sehingga
dapat membandingkan keefektifan dalam pengoperasian dan keakuratnya.
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana perbandingan besarnya debit
yang diukur dengan bangunan Ambang Lebar dan CDG dan bagaimana
menentukan pengoperasian pintu bangunan ukur saat pendisbustrian kebutuhan
air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan besarnya debit
aliran antara Ambang Lebar dan CDG dan untuk menentukan besarnya debit air
pada saat pendisbustrian menurut kebutuhan. Adapun data debit aliran, skema
irigasi dan peta jaringan Daerah Irigasi Jambo Aye Kanan yang diperoleh dari
Badan Wilayah Sungai Sumatera I diolah dengan Microsoft Excel yang dihitung
secara manual dengan metode perhitungan debit menggunakan bangunan ukur
Ambang Lebar dan CDG. Pada penelitian ini dilakukan studi perbandingan debit
aliran pada saluran irigasi dengan bangunan ukur ambang lebar dan CDG
sehingga hasil penelitian ini deperoleh tabulasi alternatif tinggi air di atas ambang.
Saluran Induk (P1) dengan debit layanan sebesar 4,868 m3/dt bangunan ukur
ambang lebar untuk memenuhi debit layanan tersebut memerlukan tinggi air di
atas ambang (h) sebesar 1,0 m, sedangkan untuk bangunan ukur CDG untuk
memenuhi debit layanan tersebut dapat dengan beberapa alternatif, alternatif I
dengan tinggi air di depan pintu (h) sebesar 1,2 m dan tinggi air di belakang pintu
(w) sebesar 0,6 dan alternatif II dengan h sebesar 1,4 dan w sebesar 0,5 dan
alternatif III dengan h sebesar 1,8 dan w sebesar 0,4. Bedasarkan hasil penelitian
penulisan menggunakan 2 (dua) bangunan ukur, Ambang Lebar dan CDG
penggunaan bangunan ini dipilih karena penggunaan yang tergolong mudah dan
di Indonesia umumnya digunakan bangunan ukur ini. Bangunan ukur Ambang
Lebar lebih mudah dalam penggunaan dan kontruksi dari pada bangunan ukur
CDG
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Ir.M Ahsan Jass, M.E |
| Uncontrolled Keywords: | Debit Layanan, Ambang Lebar, Crump De Gruyter. |
| Subjects: | 600 Teknik > 620 Teknik Sipil |
| Divisions: | FAKULTAS TEKNIK > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:47 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:47 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2286 |
