Analisis Penyebab Kerusakan Struktur Breakwater Akibat Abrasi Pantai Di Kawasan Pesisir (Studi Kasus : Desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat)

Putri Dell Vira, 2003120083 (2024) Analisis Penyebab Kerusakan Struktur Breakwater Akibat Abrasi Pantai Di Kawasan Pesisir (Studi Kasus : Desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of TA PUTRI DELL VIRA_2003120083.pdf] Text
TA PUTRI DELL VIRA_2003120083.pdf

Download (10MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf

Download (225kB)

Abstract

Pesisir pantai desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh
Barat merupakan daerah yang sering terjadi abrasi pantai setiap tahunnya. Daerah
tersebut merupakan daerah yang didominasi oleh masyarakat sekitar yang bekerja
sebagai nelayan. Adapun bangunan pemecah gelombang yang terdapat didesa
tersebut berupa breakwater sisi miring. Pemecah gelombang yang dibangun,
berupa tetrapod dengan ukuran berat tetrapod 1,00 ton dan lebar pemecah
gelombang 1,50 m. Permasalahan pada penelitian ini adalah faktor apa saja yang
mengakibatkan terjadinya abrasi pantai di desa Ujung Kalak, serta bagaimana
perencanaan struktur Breakwater pantai yang sesuai untuk melindungi pantai dari
abrasi pada desa Ujung Kalak tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui faktor yang mengakibatkan terjadinya abrasi pantai di kawasan pesisir
desa Ujung Kalak dan juga untuk mengetahui alternatif perencanaan bangunan
struktur pelindung pantai akibat abrasi. Metode yang digunakan pada penelitian
ini yaitu Metode Hudson. Penyebab abrasi dipicu oleh beberapa faktor seperti
pasang surut air laut, gelombang laut yang tinggi, dan arus laut yang
menimbulkan kerusakan sebagai akibat dari angin yang kencang Sehingga
menghasilkan gelombang yang merusak. Salah satu upaya yang dapat diterapkan
untuk meminimalisir terjadinya abrasi pantai pada daerah tersebut yaitu dengan
membuat struktur bangunan pemecah gelombang. Berdasarkan perhitungan hasil
yang didapat pada perencanaan yang sudah ada pada desa Ujung Kalak ini adalah
tinggi bangunan 3,00 m. Sehingga untuk meminimalisir terjadinya abrasi
dibutuhkan penambahan tinggi bangunan sebesar 1,06 m maka didapatkan tinggi
bangunan sebesar 4,06 m dengan lebar puncak yang sudah ada1,50 m dan terdapat
pertambahan lebar puncak sebesar 0,20 m menjadi 1,70 m, tebal lapis lindung
pertama yaitu 1,50 m dan tebal lapis lindung kedua 0,50 m serta berat tetrapod
awal 1,00 ton kemudian terdapat penambahan 0,20 ton menjadi 1,20 ton sehingga
untuk tetrapod sekarang sudah dinyatakan aman

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Akmal, ST., M.Eng., IPM 2.Yulia, ST, MT, IPM
Uncontrolled Keywords: Abrasi, Breakwater, Pantai, Tetrapod
Subjects: 600 Teknik > 620 Teknik Sipil
Divisions: FAKULTAS TEKNIK > Teknik Sipil
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 22 Aug 2026 05:05
Last Modified: 22 Aug 2026 05:05
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/2271

Actions (login required)

View Item
View Item