Fikri Taufiqurrahman, 2107110022 (2025) Penilaian Risiko Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assesment And Determining Control (Hiradc) Pada Petugas Di Igd & Ipls Rsud Meuraxa Tahun 2025. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI FIKRI TAUFIQURRAHMAN.pdf
Download (6MB)
FORM B.pdf
Download (221kB)
Abstract
Lingkungan kerja rumah sakit, khususnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi
Pengelolaan Limbah Sanitasi (IPLS), memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat
membahayakan kesehatan dan keselamatan kerja petugas. Penilaian risiko yang
komprehensif diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya tersebut secara
sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat
risiko, dan menentukan upaya pengendalian risiko kerja yang dihadapi oleh petugas di IGD
dan IPLS RSUD Meuraxa menggunakan metode HIRADC.
Jenis Penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan observasional deskriptif, yaitu
observasi menggunakan lembar ceklist untuk mendeskripsikan kondisi fasilitas dan risiko
kerja di IGD RSUD Meuraxa, serta wawancara semi-terstruktur untuk mendalami
pengalaman dan persepsi petugas terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Analisis risiko
dilakukan dengan menggunakan metode HIRADC. Data dikumpulkan pada 01-16 Juni Tahun
2025 melalui observasi langsung, dokumentasi kondisi fasilitas, dan wawancara semiterstruktur dengan petugas di masing-masing instalasi. Analisis risiko dilakukan berdasarkan
tingkat kemungkinan (likelihood) dan keparahan (severity), yang selanjutnya diklasifikasikan
ke dalam kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko penyakit menular lebih banyak ditemukan
pada petugas IGD dibandingkan dengan petugas IPLS, dengan persentase masing-masing
sebesar 57,1% dan 28,6%. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko menggunakan metode
HIRADC di IGD dan IPLS RSUD Meuraxa menemukan sebagian fasilitas dalam kondisi baik,
namun terdapat sejumlah peralatan dengan risiko sedang hingga tinggi, terutama tabung
oksigen tanpa pengikat, defibrillator berdebu, suction pump dan HFNC yang kotor, serta Xray portable tanpa pelindung radiasi. Wawancara dengan petugas IGD mengungkap bahwa
risiko tertusuk jarum suntik, paparan penyakit menular, luka akibat pecahan ampul,
keterbatasan APD, kebisingan, perilaku pasien agresif, dan kondisi ruangan yang sempit
menjadi faktor dominan kecelakaan kerja. Di IPLS, risiko tinggi ditemukan pada panel listrik
dan pompa air yang berpotensi korsleting, sementara risiko sedang muncul pada timbangan
digital, filter air dan membran yang kotor, serta area penyimpanan yang tidak tertata.
Petugas IPLS juga melaporkan risiko tertusuk benda tajam, paparan limbah infeksius,
kecelakaan fisik, paparan panas, kebisingan, bahan kimia pembersih, serta minimnya APD.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode HIRADC efektif dalam mengidentifikasi
dan menilai risiko kerja secara menyeluruh di kedua instalasi. Disarankan manajemen rumah
sakit memperkuat kontrol teknis dan administratif, meningkatkan pelatihan K3 secara
berkala, serta menerapkan SOP yang ketat untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih
aman, sehat, dan produktif di RSUD Meuraxa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Dr. Tahara Dilla Santi, M.Biomed 2.Dedi Andria, SKM, M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | HIRADC, Risiko Kerja, Keselamatan Kerja, IGD, IPLS, RSUD Meuraxa |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 04:05 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 04:05 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/1669 |
