Show simple item record

dc.contributor.authorsaputri, anggi
dc.date.accessioned2022-01-06T03:58:07Z
dc.date.available2022-01-06T03:58:07Z
dc.date.issued2021-08-12
dc.identifier.urihttp://repository.unmuha.ac.id:8080/xmlui/handle/123456789/2544
dc.description.abstractAbstrak Sungai Krueng Siron merupakan salah satu sungai yang ada di Desa Lam Klieng dan memiliki anak sungai sebagai penyumbang debit aliran. Pada tahun 2018 Sungai Krueng Siron mengalami banjir besar, sehingga arus sungai yang deras menghanyutkan jembatan penghubung Desa Lamkleng dengan Desa Barih Lhok. Akibat terputusnya jembatan rangka baja di Desa Lamkleng beberapa desa di Kecamatan Kuta Cot Glie dan 2 Gampong di Kecamatan Seulimum terisolir. Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh debit banjir maksimum terhadap aspek perencanaan jembatan, mengetahui bagaimana analisis hidrologis untuk lebar jembatan melintang Sungai Krueng Siron berdasarkan debit periode ulang banjir. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan debit banjir dan tinggi muka air banjir pada Sungai Krueng Siron titik jembatan penghubung Desa Lamkleng dan Desa Barih Lhok. Manfaat penelitian adalah sebagai informasi bagi penduduk yang ada disekitar daerah aliran sungai tentang kondisi sungai pada saat banjir dan penelitian ini dapat berguna dalam penanggulangan permasalahan banjir pada lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Rasional untuk menghitung debit banjir kala ulang, dan metode untuk menghitung curah hujan seperti Distribusi Gumbel. Berdasarkan hasil analisis debit banjir terhadap lebar melintang jembatang Lamkleng di Sungai Krueng Siron dengan menggunakan Metode Rasional untuk periode 25 tahun dengan debit 749,719 m3/detik, periode 50 tahun dengan debit 852,806 m3/detik, dan untuk periode 100 tahun dengan debit 965,264 m3/detik, maka dari penelitian ini dapat diketahui debit banjir mulai naik di periode 100 tahun dengan debit 965,264 m3/detik. Debit maksimum pada penampang di jembatan Lamkleng untuk ketinggian air maksimum 9 meter dari dasar sungai diperoleh 827,5 m3/detik, hasil perhitungan debit Metode Rasional yang mendekati tinggi air maksimum pada penampang di jembatan Lamkleng didapat pada periode ulang 50 tahun sebesar 852,806 m3/detik. Dari hasil didapatkan debit banjir terhadap jembatan rangka baja dengan perencanaan dan penampang yang ada dilokasi tergolong aman dari banjir. Abstrak Krueng Siron River is one of the rivers in Lam Klieng Village and has a tributary as a contributor to flow dischange. In 2018 Krueng Siron River experienced a major flood, so that the swift current of the river washed away the bridge connecting Lamkleng Village with Barih Lhok Village. As a result of the disconnection of the truss bridge in Lamkleng Village, several villages in Kuta Cot Glie Sub-district and 2 villages in Seulimum Sub-district were isolated. The problem in this research was to find out how the maximum flood discharge affects the bridge planning aspect, to know how to analyze the hydrological analysis for the width of the bridge across Krueng Siron River based on the dischange of flood return period. The purpose of the study was to obtain flood discharge and flood water level on Krueng Siron River, the point of the bridge connecting Lamkleng Village and Barih Lhok Village. The benefit of the research is as information for residents around the watershed about the condition of the river at the time of flooding and this research can be useful in overcoming flood problems at the research location. The method used in this research was Rasional Method for calculating return flood dischange, and methods for calculating rainfall sucs as Gumbel distribution. Based on the results of flood dischange analysis on the transverse width of Lamkleng bridge on Krueng Siron River using Rational Method for a period of 25 years with a dischange of 749,719 m3/second, a period of 50 years with a discharge of 852,806 m3/second, and for a period of 100 years with a discharge of 965,264 m3/second, then from this study it can be seen that the flood discharge began to rise in the 100 year period with a discharge of 965,264 m3/second. The maximum discharge on gthe cross section of the Lamkleng bridge for a maximum water level of 9 meters from the riverbed is 827,5 m3/second, the results of the calculation of Rational Method discharge that are close to the maximum water level on the cross section of Lamkleng bridge are obtained at a 50 year return period of 852,806 m3/second. From the results, it was found that the flood dischange on the truss bridge with the existing plans and cross-sections in the location was classified as safe from flooding.en_US
dc.subjectbanjir, jembatan, metode rasional, sungaien_US
dc.titleANALISIS PERHITUNGAN DEBIT BANJIR PADA SUNGAI KRUENG SIRON TERHADAP PERENCANAAN PENAMPANG JEMBATAN RANGKA BAJA (Studi Kasus : Desa Lam Klieng Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record