Show simple item record

dc.contributor.authormutia, raudhatul
dc.date.accessioned2022-01-06T03:32:53Z
dc.date.available2022-01-06T03:32:53Z
dc.date.issued2021-08-14
dc.identifier.urihttp://repository.unmuha.ac.id:8080/xmlui/handle/123456789/2543
dc.description.abstractAbstrak Air adalah sumber daya alam yang dapat terbarukan dan dapat dijumpai di manapun. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan banyak sektor yang harus dilayani mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan antara ketersediaan air dan kebutuhannya. Pokok permasalahan pada penelitian ini bagaimana kondisi dan distribusi air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kondisi neraca air dan bagaimana pendistribusiaanya. Metodelogi yang digunakan yaitu menganalisis data-data yang sudah ada berupa data curah hujan, data jumlah penduduk, data PDAM dan peta DAS dengan menggunakan metode Melchior. Penelitian ini dilakukan pada DAS Krueng Woyla Kabupaten Aceh Barat memiliki luas 2284,8 km2 dan panjang sungai 125 km. DAS Krueng Woyla. Debit rata-rata fluktuasi Krueng Woyla untuk setiap bulan sepanjang tahun 2020, debit terbesarnya terjadi pada bulan Agustus yaitu 47,47 m3/detik dan debit terkecil terjadi pada Januari yaitu 21,71 m3/detik. Potensi sumber daya air di Krueng Woyla dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan yaitu, kebutuhan lingkungan, kebutuhan domestik dan kebutuhan irigasi. Untuk kebutuhan lingkungan seperti yang ditetapkan dalam undang-undang pemerintah no 41 tahun 1999 sebanyak 30% debit yang dibutuhkan yaitu 2,5 m3/detik, untuk kebutuhan air domestik yaitu 0,015 m3/detik dan kebutuhan irigasi yaitu 1,6 m3/detik. Dari analisis neraca air yang dilakukan pada setiap bulannya sepanjang tahun 2020 tercukupi dan mengalami kelebihan air (surplus), maka tidak perlu melakukan sistem rotasi/giliran. Debit surplus dari kebutuhan tersebut dapat digunakan untuk penambahan kapasitas air domestik dan bisa dilakukan pengembangan untuk wilayah irigasi baru. Abstract Water is a natural resource that is renewble and can be found anywhere. As the population increase and there are many sectors that must be served, the main problem in this study is how the condition and distribusion of water in Krueng Woyla watershed (DAS). The purpose of this research was to get information of how the condition of water balance and how it is distribused, the methodology used is to analyze exixting data in the form of rainfall data, population data, PDAM data and watershed, aceh barat regency, which has an area 0f 2284.8 km2 and a river length of 125 km. Krueng Woyla watershed. The average discharge fluctuation of Krueng Woyla for each month troughout 2020, the largest discharge occured in august, which was 47.47 m3/second and smallest discharge occured in january, which was 21,71 m3/second. The potensial of water resources in Krueng Woyla is untilized for various needs, namely, enviromental needs, domestic needs and irrigation needs. For enviromental needs as stipulated in government law no 41 0f 1999 as much as 30% of the required discharged is 2.5 m3/second, for domestic water needs is 0.015 m3/second and irrigation needs is 1.6 m3/second. From the water balance analysis carried out every month throughout 2020, there is suffcient and excess water (surplus), so there is no need to carry out a rotation/turn system. The surplus debit from these needs ca be used to increase domestic water capacity and can be develope for irrigation areas.en_US
dc.subjectkebutuhan air, ketersediaan air, neraca airen_US
dc.titleANALISIS NERACA AIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG WOYLA KABUPATEN ACEH BARATen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record