Show simple item record

dc.contributor.authorJunida, Raihan
dc.date.accessioned2020-10-14T07:35:54Z
dc.date.available2020-10-14T07:35:54Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.unmuha.ac.id:8080/xmlui/handle/123456789/1267
dc.description.abstractAbstrak Resiliensi adalah kemampuan individu dalam menghadapi, mengatasi, dan menjadi kuat ketika berhadapan dengan adversity atau situasi yang menantang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi pada korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Rumoh Putroe Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Karakteristik subjek dalam penelitian ini yaitu perempuan korban KDRT yang telah ditangani dan ditunjuk oleh P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, bersedia menjadi subjek penelitian, berusia sekitar 34-50 tahun dan memiliki anak yang masih dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami bentuk KDRT yang paling dominan secara psikis, sedangkan resiliensi yang ditunjukkan adalah sama dalam menghadapi masalah KDRT, dimana ketiga subjek mampu bertahan dan kuat karena anak-anak, namun terdapat perbedaan yang dipengaruhi oleh faktor budaya. Abstract Resilience is the individual’s ability to face, overcome, and be strong when faced with adversity of challenging situations. The purpose of this study was to determine the resilience of victims of domestic violence at Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Rumoh Putroe Aceh. This study uses a qualitative case study approach. Data collection techniques using observation and in-depth interviews. There were three subject in this study who were determined using purposive sampling technique. The characteristics of the subjects in this study were women victims of domestic violence who had been handled and appointed by P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, were willing to be research subjects, were 34-50 years old and had children who were still in education. The results showed that the three subjects experienced the most dominant form of domestic violence problems, where the three subjects were able to survive and were strong because of children, but there were differences that were influenced by cultural factors.en_US
dc.subjectResiliensien_US
dc.subjectKDRTen_US
dc.subjectP2TP2A Rumoh Putroe Acehen_US
dc.titleGambaran Resiliensi Pada Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Rumoh Putroe Acehen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record