Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anggota Kepolisian Pada Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu-Sabu (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh)

Furqan Ferdiansyah, 1301110202 (2020) Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anggota Kepolisian Pada Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu-Sabu (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of COMBINE B.pdf] Text
COMBINE B.pdf

Download (24MB)
[thumbnail of FORM B .pdf] Text
FORM B .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (480kB)

Abstract

Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika, disebutkan bahwa "setiap penyalahguna Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun, Meskipun Undang-Undang telah melarang dan mengancam dengan ancaman pidana yang berat. Namun dalam kenyataannya di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh tindak pidana tersebut masih saja terjadi dan bahkan dilakukan oleh anggota Polri.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan anggota Polri melakukan tindak pidana menggunakan narkotika jenis sabu-sabu, penerapan sanksi pidana terhadap anggota Polri melakukan tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi tindak pidana penggunaan narkotika jenis sabu oleh anggota Polri. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research) dimaksudkan untuk mendapatkan data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku, Peraturan Perundang-Undangan, teori-teori dan pendapat para sarjana, serta melalui penelitian lapangan (field research) dimaksudkan memperoleh data primer dengan mewawancarai responden dan informan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor penyebab anggota Polri melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu disebabkan oleh faktor individu (kondisi psikologis pelaku), faktor keluarga, faktor ekonomi, faktor lemahnya pengawasan dari atasan dan faktor sebagai bentuk hiburan. Alasan Penerapan sanksi pidana relatif ringan karena Terdakwa belum pernah dihukum, Terdakwa menyesali perbuatannya, Terdakwa bersikap sopan selama persidangan, dan Terdakwa memiliki tanggung jawab keluarga. Adapun upaya- upaya yang dilakukan yaitu melalui upaya preventif seperti melakukan sosialisasi kepada seluruh anggota Polri, Rapat kerja teknis (Rakenis), pembinaan kepada anggota baru, dan melakukan evaluasi. Sedangkan melalui upaya represif yaitu melakukan Pengawasan proses peradilan yang diberikan kepada anggota Polri yang melakukan tindak pidana,
Disarankan perlunya dilakukan pegawasan terhadap pelaksanaan sanksi pidana dan sanksi internal terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu yang dilakukan oleh anggota Polri, serta hakim seharusnya menjatuhkan sanksi seberat-beratnya karena seharusnya anggota Polri tersebut menjadi panutan bagi masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Adi Hermansyah, SH.,М.H
Uncontrolled Keywords: Tindak Pidana, penyalahgunaan Narkotika, sabu sabu, kepolisian
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 04 Jun 2026 04:30
Last Modified: 04 Jun 2026 04:30
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/965

Actions (login required)

View Item
View Item