Penyelesaian Tindak Pidana Pencurian Ringan Yang Dilakukan Oleh Anak Secara Adat (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kecamatan Kuta Raja)

Nanda Aditya, 1401110083 (2019) Penyelesaian Tindak Pidana Pencurian Ringan Yang Dilakukan Oleh Anak Secara Adat (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kecamatan Kuta Raja). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of GABUNG PDF.pdf] Text
GABUNG PDF.pdf

Download (360kB)
[thumbnail of FORM B .pdf] Text
FORM B .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (145kB)

Abstract

Pasal 13 ayat (1) huruf h, Qanun Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat, menyatakan bahwa salah satu perkara tindak pidana yang dapat diselesaikan secara adat adalah tindak pidana “pencurian ringan”. Berkaitan dengan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak seharunya diselesaikan menggunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun dalam kenyataannya, perkara tindak pidana pencurian ringan yang dilakukan oleh anak diselesaikan secara adat.

Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjelaskan faktor penyebab tindak pidana pencurian ringan yang dilakukan oleh anak diselesaikan secara adat, menjelaskan bentuk penerapan sanksi adat terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian ringan, menjelaskan hambatan dan upaya dalam menanggulangai tindak pidana pencurian ringan yang dilakukan oleh anak.

Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Research) dan lapangan (Field Research). Penelitian kepustakaan diperoleh dengan cara membaca peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini, dan penelitian lapangan dilakukan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.

Hasil penelitian menyatakan bahwa, faktor penyebab tindak pidana pencurian ringan yang dilakukan oleh anak diselesaikan secara adat adalah faktor tradisi, faktor usia dan faktor penyelesaian yang cepat. Penerapan sanksi adat yang diberikan kepada anak yang melakukan tindak pidana pencurian adalah permintaan maaf, membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi, pengembalian barang, pengembalian uang, ditempatkan dipesantren. Hambatannya adalah masyarakat masih main hakim sendiri, keuchik tidak hadir pada saat penyelesaian perkara, kurangnya pengawasan dari orang tua. Upaya penanggulangan dalam tindak pidana pencurian ringan yang dilakukan oleh anak adalah upaya preventif, yaitu meningkatkan keamanan, melakukan sosialisasi, selalu berkoordinasi antara kepolisian dan perangkat desa. Kemudian upaya represif yaitu memberikan sanksi adat sesuai dengan adat yang berlaku digampong.

Diharapkan kepada seluruh orang tua agar memberikan perhatian lebih dan kasih sayang kepada anak dan diharapkan kepada pihak kepolisian serta perangkat adat agar selalu berkoordinasi terhadap perkara yang terjadi di gampong Merduati.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Airi Safrijal., S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: tindak pidana pencurian
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 03 Jun 2026 04:20
Last Modified: 03 Jun 2026 04:20
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/913

Actions (login required)

View Item
View Item