Cut Muliana Ismiralda, 1501110054 (2019) Penerapan Uqubat Ta'zir Cambuk Bagi Pelaku Jarimah Seksual Terhadap Anak Menurut Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI PDF CUT.pdf
Download (417kB)
Abstract
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dalam Pasal 47
bahwa “Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Pelecehan Seksual
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 terhadap anak, diancam dengan ‘Uqubat
Ta’zir cambuk paling banyak 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas
murni atau penjara paling lama 90 bulan”.Meskipun perbuatan itu telah diancam
dengan Uqubat Ta’zir cambuk sangat berat akan tetapi perbuatan tersebut masih
terjadi di wilayah Mahkamah Syari’iyah Banda Aceh.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab
terjadinya pelaku melakukan jarimah pelecehan seksual, untuk menjelaskan
penerapan Uqubat Ta’zir cambuk terhadap pelaku jarimah pelecehan seksual
menurut Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, untuk
menjelaskan hambatan serta upaya yang dilakukan dalam menanggulangi
terjadinya jarimah pelecehan seksual.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi
kepustakaan (library research) untuk memperoleh data skunder yaitu dengan cara
mempelajari literatur (buku-buku), teori-teori dan perundang-undangan yang
berhubungan dengan kasus-kasus yang ada, dan penelitian lapangan (field
research) untuk memperoleh data primer dengan mewawancarai responden dan
informan, untuk mengumpulkan data karena setiap permasalahan berkenaan
langsung dengan penelitian sehingga dapat dituangkan dalam hasil wawancara.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya
pelecehan seksual karena kurangnya pengawasan, nafsu, kesempatan dan
tayangan media sosial. Penerapan hukuman terhadap pelaku pelecehan seksual
yang dijatuhkan hakim berupa pidana penjara selama 45 bulan, 50 bulan dan 30
bulan. Hambatan dalam menangulangi terjadinya pelecehan sesksual yaitu
kurangnya perhatian orang tua, semakin cangihnya teknologi, kurangnya
sosialisasi tentang pelecehan seksual dan pemerintahan belum dapat mencegah
atau menutup akses media yang menunjukan konten seksual, sedangkan upaya
yang dilakukan yaitu preventif dan represif.
Disarankan kepada pihak kepolisian dengan rutin melakukan patroli
khususnya di daerah pendalaman/pelosok yang selama ini kurang diperhatikan.
Selain itu dibutuhkan juga kerjasama masyarakat yaitu dengan langsung
melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi kasus kejahatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Airi Safrijal S.H.,М.Н |
| Uncontrolled Keywords: | Uqubat Ta'zir Cambuk, Pelaku Jarimah Seksual Terhadap Anak, Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 04:05 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 04:05 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/910 |
