Khairil Mizan, 1901110119 (2025) Pelaksanaan Perjanjian Waralaba (Franchise) Pada Usaha Warung Kopi “Taufik Kopi" (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
PDF GABUNGAN.pdf
Download (2MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (898kB)
Abstract
Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba
menetapkan bahwa, “Waralaba harus memiliki ciri khas usaha, terbukti sudah
memberikan keuntungan, memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa
yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis, mudah diajarkan dan diaplikasikan, adanya
dukungan yang berkesinambungan, dan Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar”.
Usaha warung kopi “Taufik Kopi’ telah memenuhi kriteria tersebut dan berhak untuk
melakukan perjanjian waralaba dengan pihak penerima waralaba setelah memenuhi
syarat-syarat lainnya. Adapun perjanjian yang disepakati berupa, tempat usaha, harga
produk, ciri khas usaha, jam buka usaha, pelatihan karyawan dan fasilitas yang
disediakan. Namun dalam pelaksanaannya, pihak penerima waralaba tidak menjalankan
sebagian perjanjian yang telah disepakati.
Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan perjanjian
waralaba antara pihak pemberi waralaba dengan pihak penerima waralaba warung kopi
“Taufik Kopi”, untuk mengetahui dan menjelaskan faktor penyebab pihak penerima
melakukan wanprestasi, dan untuk mengetahui dan menjelaskan upaya penyelesaian
sengketa antara para pihak dalam perjanjian waralaba.
Perolehan data dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara menggunakan
metode penelitian hukum empiris, studi pustaka dan metode penelitian lapangan (field
research) untuk mengumpulkan data primer yang diperoleh dengan melakukan teknik
pengumpulan data observasi, kuesioner, dan wawancara dengan responden dan
informan, yang selanjutnya dijadikan alat analisis dalam menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian yang telah diidentifikasi dalam rumusan permasalahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian waralaba antara
pihak pemberi waralaba dengan pihak penerima waralaba warung kopi “Taufik Kopi”,
menyepakati beberapa hal dalam pelaksanaan kontrak waralaba, beberapa di antaranya
yakni, tempat usaha, harga produk, ciri khas usaha, jam buka usaha, pelatihan karyawan
dan fasilitas yang disediakan. Faktor penyebab pihak penerima waralaba melakukan
wanprestasi, dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yakni, tidak ada ketentuan yang lebih
rinci diatur dalam perjanjian mengenai luas fasilitas parkir yang harus disediakan,
ketentuan harga produk dan waktu buka usaha yang terlalu kaku dan tidak dinamis
mengikuti permintaan konsumen, sulitnya mencari pegawai pengganti yang
berpengalaman objek yang disepakati dalam kontrak sulit didapatkan. Upaya
penyelesaian sengketa antara para pihak dalam perjanjian waralaba Taufik Kopi
dilakukan secara non litigasi dan dengan meningkatkan kembali komunikasi antara para
pihak dalam memahami isi perjanjian.
Disarankan kepada pemberi waralaba untuk melakukan pengawasan demi
meningkatkan kualitas dan kuantitas karyawan, fasilitas, sarana, dan prasarana.
Disarankan juga kepada pihak penerima waralaba untuk melakukan musyawarah jika
dalam pelaksanaan perjanjian terdapat masalah yang harus diselesaikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Trio Yusandy, S.H., M.Kn |
| Uncontrolled Keywords: | Waralaba |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository . |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 06:54 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 06:54 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/899 |
