Maulidar Fajariani, 2101110068 (2025) Perceraian Yang Disebabkan Tidak Memiliki Keturunan Dalam Perkara Nomor 460/Pdt.G/2023/Ms.Bna. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI.pdf
Download (1MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (291kB)
Abstract
Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam terdapat alasan-alasan perceraian
dalam perkawinan, salah satu yang menjadi dasar diperbolehkannya perceraian
adalah salah satu pihak mandapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak
dapat menjalankan kewajiban sebagai suami/isteri. Namun perceraian dengan
alasan tidak mempunyai keturunan tidak bisa dijadikan alasan perceraian yang sah.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui Pendapat Hakim
Mahkamah Syari’ah Banda Aceh terhadap perkara perceraian karena alasan tidak
memiliki keturunan dalam perkara Nomor 460/Pdt.G/2023/MS.Bna. Untuk
mengetahui pertimbangan putusan hakim Mahkamah Syari’ah Banda Aceh dalam
mengabulkan perceraian yang disebabkan tidak memiliki keturunan dalam
Perkara Nomor 460/Pdt.G/2023/MS.Bna.
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode yuridis empiris
yang merupakan penelitian hukum yang berupaya untuk melihat hukum dalam arti
nyata atau dapat dikatakan melihat, meneliti bekerjanya hukum dimasyarakat.
Penelitian yang digunakan yaitu studi keperpustakaan (library reseach) dengan
mencari informasi, serta dengan mewawancarai responden dan informen yang
menjelaskan pokok permasalahan dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan Pendapat Hakim Mahkamah Syari’ah Banda
Aceh terhadap perkara perceraian karena alasan tidak memiliki keturunan dalam
perkara Nomor 460/Pdt.G/2023/MS.Bna, tidak disebutkan dalam Pasal 116
Kompilasi Hukum Islam, alasan perceraian karena tidak memiliki keturunan.
Dalam perkara ini alasan tidak memiliki keturunan, menjadi faktor utama
terjadinya percekcokan ketidak harmonisan dalam rumah tangga yang terjadi
dalam kehidupan sehari-hari dan tekanan dari penggugat. Pertimbangan hakim
Mahkamah Syari’ah Banda Aceh dalam mengabulkan perceraian yang disebabkan
tidak memiliki keturunan dalam Putusan Perkara Nomor 460/Pdt.G/2023/MS.Bna,
Majelis Hakim sudah tepat serta memenuhi syarat formil dan materil dalam
mempertimbangkan pada putusan nomor 460/Pdt.G/2023/MS.Bna dengan
memeriksa serta mengadili dan dengan menjalankan sesuai aturan yang berlaku,
karena telah terjadinya perselisihan yang disebabkan oleh tidak memiliki
keturunan. perceraian karena terjadinya perselisihan diatur dalam Pasal 116
Kompilasi Hukum Islam.
Peran mediasi seharusnya menjadi langkah awal yang lebih tegas sebelum
perkara perceraian diputuskan. Hakim dapat memperkuat peran mediator yang
berpengalaman dalam masalah keluarga, dengan fokus pada mencari solusi yang
menguntungkan kedua belah pihak. Mediasi dapat membantu pasangan
memahami perasaan dan harapan satu sama lain, yang mungkin membuka ruang
untuk rekonsiliasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Dr. Fadhlullah, S.H., M.S |
| Uncontrolled Keywords: | Cerai, Tidak Memiliki Keturunan |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository . |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 06:35 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 06:35 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/896 |
