Dina Khairani, 2101110002 (2025) Analisi Yuridis Cerai Gugat Suami Pergi Tanpa Kabar (Studi Kasus Perkara Nomor 427/Pdt.G/2023/Ms.Bna. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI DINA DEFF.pdf
Download (1MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (229kB)
Abstract
Pasal 39 Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 yang merupakan
perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.
Peraturan pemerintah (PP) Nomor. 9 Tahun 1975 mengatur tentang cerai gugat
yaitu perceraian yang diajukan oleh isteri terhadap suami dengan alasan yang sah
dan harus di proses melalui pengadilan. Namun isteri menggugat suami nyasudah
berdasarkan undang-undang yang dimana seorang suami yang pergi tanpa
memberikan kabar selama dua tahun sudah bisa di ajukan cerai gugat di Mahkama
Syari’ah Banda Aceh
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab
terjadinya suami pergi tanpa kabar yang mengakibatkan isteri mengajukan gugatan
cerai di Mahkamah Syariah Banda Aceh. Menjelaskan Pertimbangan Hakim
Mahkamah Syari’ah Banda Aceh terhadap Perkara Perceraian Suami Pergi tanpa
kabar. Menjelaskan apakah pertimbangan hakim dalam mengabulkan perceraian
yang disebabkan suami pergi tanpa kabar dalam Perkara Nomor
427/Pdt.G/2023/Ms.Bna sesuai dengan Perundang-Undangan.
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode yuridis empiris
yang merupakan penelitian hukum yang berupaya untuk melihat hukum dalam arti
nyata. Penelitian yang digunakan yaitu studi keperpustakaan (library reseach)
dengan mencari informasi, serta dengan mewawancarai Responden dan informen
yang menjelaskan pokok permasalahan dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab suami pergi tanpa
kabar dalam perkara ini yaitu antara penggugat dan tergugat sering terjadi
perselisihan hingga kekerasan dalam rumah tangga, karena alasan mencari nafkah
dan karena tergugat telah menikah sirih dengan perempuan lain. Dasar
pertimbangan hakim dalam mengabulkan perkara perceraian yang disebabkan
suami pergi tanpa kabar yaitu tergugat telah di panggil secara patut namun tergugat
tetap tidak hadir dalam persidangan. Alasan perceraian telah sesuai dengan
Undang-Undang perkawinan dan kompilasi hukum islam dan tergugat tidak
memberikan nafkah lahir dan batin selama 21 tahun. Pertimbangan hakim dalam
memutuskan dan mengabulkan perkara suami pergi tanpa kabar tidak sesuai
dengan Perundang-undangan pertama, dalam perkara sebelum memeriksa perkara
Hakim tidak mengupayakan perdamaian melalui mediasi karena alasan Tergugat
tidak hadir, namun belum dipanggil secara patut. Selain itu Putusan tersebut
bertentangan dengan pasal 19 huruf (b) peraturan pemerintah Nomor 9 Tahun 1975
dan Pasal 116 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam.
Kepada tergugat (suami) agar lebih tenang dalam menyelesaikan masalah
rumah tangganya. diharpkan isteri agar lebih memahami kondisi ekonomi suami.
suaminya. Diharapkan kepada Mahkamah Syari’ah Banda Aceh dalam memanggil
para pihak yang tidak ditemukan alamat yang pasti maka dapat melakukan upaya
yang lain yaitu memanggil melalui media social atau berdasarkan iklan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Nurhafni, S.Н., М.Н |
| Uncontrolled Keywords: | Cerai gugat |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository . |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 06:28 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 06:28 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/895 |
