Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Instrumentair Dalam Pembuatan Akta Notaris Yang Cacat Hukum (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Kota Banda Aceh)

Sonil Ikral Mullah, 1601110005 (2022) Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Instrumentair Dalam Pembuatan Akta Notaris Yang Cacat Hukum (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of skripsi.pdf] Text
skripsi.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (225kB)

Abstract

Tindakan karyawan Notaris sebagai saksi instrumenter dalam peresmian Akta
Notaris sudah termasuk dalam bidang kenotariatan, akan tetapi Undang-undang
Nomor 2 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004
tentang Jabatan Notaris tidak memberikan perlindungan hukum terhadap saksi
dalam akta, terutama terhadap karyawan notaris. Hal ini juga bisa di kaitkan
dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, karena
seorang saksi instrumentair merupakan seorang saksi yang harus di berikan
perlindungan hukum dan demi menjaga hak hak nya sebagai seorang saksi.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan peran dan kedudukan saksi
intrumentair dalam akta notaris, untuk menjelaskan faktor-faktor seorang saksi
yang di tunjuk oleh notaris bisa bersalah dimata hukum, serta untuk menjelaskan
upaya perlindungan hukum saksi intrumentair dalam pembuatan akta notaris.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
yuridis empiris merupakan jenis penelitian yang dilakukan dengan meneliti, serta
mengumpulkan data-data primer yang telah di dapat melalui pengumpulan data
primer yang kemudian dipadukan dengan data sekunder
Saksi instrumenter memiliki peran yang sangat penting bagi notaris
khususnya dalam pembuatan akta notaris. Faktor-faktor yang mempengaruhi
seorang saksi yang ditunjuk oleh notaris bisa bersalah dimata hukum dapat terjadi
karena saksi instrumentair tidak hati-hati dalam meneliti dokumen akta yang
dibuat di hadapan notaris sebagai mana yang sudah ditegaskan dalam
Undang-Undang Jabatan Notaris pasal 40 ayat (2) huruf b. Upaya perlidungan
hukum kepada saksi instrumenter dalam hal pembuatan akta dilakukan baik secara
preventif maupun represif. Upaya preventif, notaris harus selalu hati-hati dalam
menjalankan kewajibannya dan upaya represif, notaris harus memahami proses
penyelesaian hukum di lembaga pengadilan
Disarankan hendaknya diatur lebih jelas mengenai pentingnya kedudukan
saksi dalam memberikan keterangan perihal perbuatan hukum yang terjadi di
dalam akta Notaris di dalam Undang-Undang Jabatan Notaris tersebut. Notaris
sebagai salah satu profesi hukum lebih selektif dalam memilih saksi yang
namanya akan dituangkan dalam akta tersebut, Mengenai perlindungan saksi
instrumenter di dalam akta Notaris dalam memberikan keterangan di depan
persidangan hendaknya dimuat secara jelas di dalam Undang-Undang dengan
melakukan revisi pada Undang-Undang Jabatan Notaris tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. H. Yusri Z. Abidin, S.H.,М.Н
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Saksi Instrumentair, Akta Notaris, Cacat Hukum, Banda Aceh
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 21 May 2026 05:15
Last Modified: 21 May 2026 05:15
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/841

Actions (login required)

View Item
View Item