Penerapan Sanksi Terhadap Penyidik Yang Melakukan Penganiayaan Terhadap Tersangka Pada Saat Penyidikan (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh)

Jimmy Meidi, 1401110114 (2021) Penerapan Sanksi Terhadap Penyidik Yang Melakukan Penganiayaan Terhadap Tersangka Pada Saat Penyidikan (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI GABUNG.pdf] Text
SKRIPSI GABUNG.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (250kB)

Abstract

Pasal 117 ayat (1) KUHAP yang mengatakan bahwa keterangan tersangka dan atau saksi kepada penyidik diberikan tanpa tekanan dari siapa pun dan atau dalam bentuk apa pun. Akan tetapi pada kenyataannya, masih banyak penyidik yang melakukan kekerasaan dalam pemeriksaan terhadap tersangka.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan Perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada tersangka yang telah menjadi korban sebagai akibat kekerasan yang dilakukan oleh polisi dalam proses penyidikan di Polresta Banda Aceh. Sanksi yang di terapkan terhadap Penyidik yang melakukan kekerasaan pada proses penyidikan di Polresta Banda Aceh dan Faktor yang menjadi potensi pelanggaran hukum hak tersangka pada penyidikan perkara pidana.

Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi kepustakaan dengan cara menelaah bahan-bahan pustaka yang relevan dengan penelitian dan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan, Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada tersangka yang telah menjadi korban sebagai akibat kekerasan yang dilakukan oleh polisi dalam proses penyidikan di Polresta Banda Aceh adalah menunjuk pengacara atau penasehat hukum dalam setiap pemeriksaan untuk mendampingi tersangka dan memberikan peluang untuk mengajukan Praperadilan. Sanksi yang di terapkan terhadap Penyidik yang melakukan kekerasaan pada proses penyidikan di Polresta Banda Aceh yaitu sanksi disiplin, sanksi etika propesi dan sanksi pidana dan faktor yang menjadi potensi pelanggaran hukum hak tersangka pada penyidikan perkara pidana, yaitu : Faktor psikologis personal Kompleksitas yaitu tugas polisi di lapangan menyebabkan mereka mudah stres dan frustrasi. Faktor kebanggaan korps, kebanggaan yang berlebihan seringkali menjadikan arogansi korps. dan Faktor ekonomis kesejahteraan aparat kepolisian belum sebanding dengan amanat yang diemban.

Terus dibinanya kesadaran penyidik tentang pentingnya perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia, sehingga penyidik menjelaskan bahwa hak asasi manusia merupakan suatu keadaan hakiki yang tidak dapat diganggu dan harus dihormati serta dijunjung tinggi, kecuali karena adanya suatu kondisi yang sangat memaksa yang tidak dapat dihindari lagi. dan Ditingkatkannya profesionalisme penyidik dalam menangani kasus yang ada dengan menggunakan teknik-teknik yang efektif dan efisien sehingga kekerasan itu tidak diperlukan lagi, setidaktidaknya kekerasan tersebut bisa dikurangi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Rizanizarli, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Penyidik, Penganiayaan tersangka
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 21 May 2026 03:18
Last Modified: 21 May 2026 03:18
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/814

Actions (login required)

View Item
View Item