Akibat Hukum Bagi Nasabah Yang Melakukan Wanprestasi Dalam Perjanjian Gadai (Suatu Penelitian Pada PT Pegadaian Syariah Cabang Keutapang)

Jihen Variza, 1801110119 (2022) Akibat Hukum Bagi Nasabah Yang Melakukan Wanprestasi Dalam Perjanjian Gadai (Suatu Penelitian Pada PT Pegadaian Syariah Cabang Keutapang). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf] Text
SKRIPSI.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (459kB)

Abstract

PT Pegadaian merupakan lembaga berbentuk badan hukum yang
menangani masalah gadai. Gadai merupakan salah satu hak kebendaan yang
diberikan oleh undang-undang yang sifatnya memberikan jaminan. Dalam akad
perjanjian pada PT Pegadaian menggunakan klasula baku yaitu semua peraturan
telah ditetapkan terlebih dahulu oleh pihak PT Pegadaian dan Debitur wajib
mematuhi segala peraturan yang telah dibuat dan sepakati oleh kedua belah pihak,
namun kenyataannya masih ada debitur yang tidak mematuhi peraturan yaitu tidak
melunasi pokok pinjaman beserta mu’nah pinjaman, dengan kata lain debitur telah
melakukan wanprestasi.
Tujuan Penulisan Skripsi ini untuk menjelaskan faktor terjadinya
wanprestasi dalam perjanjian gadai, untuk menjelaskan akibat hukum yang timbul
jika terjadi wanprestasi dan untuk menjelaskan penyelesaian perkara wanprestasi
dalam perjanjian gadai di PT Pegadaian Syariah Cabang Keutapang.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
metode yuridis empiris. Data yang diperoleh menggunakan studi kepustakaan dan
penelitian lapangan dengan melakukan serangkaian kegiatan wawancara dan
observasi serta mengutip buku-buku dan peraturan perundang-undangan yang
berkaitan dengan objek dalam penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, faktor penyebab terjadinya wanprestasi
dalam perjanjian gadai pada PT Pegadaian Syariah Cabang Keutapang yaitu
karena faktor ekonomi nasabah yang bermasalah, karena nasabah tidak dapat
dihubungi, karena tidak adanya itikad baik dari nasabah yang berhutang untuk
membayar pokok pinjaman beserta mu’nah pinjaman kepada pihak PT Pegadaian
Syariah Cabang Keutapang, karena nasabah meninggal dunia. Akibat hukum yang
timbul dalam perjanjian gadai karena debitur wanprestsi yaitu kerugian yang
dialami oleh pihak Pegadaian sehingga untuk menutupi atau penyelesaian yang
dilakukan oleh pihak Pegadaian adalah menghubungi nasabah dengan sms
ataupun telepon, dan mengirim surat pemberitahuan. Apabila nasabah tidak
merepon maka pihak Pegadaian akan melakukan pelelangan terhadap barang
jaminan tersebut
Disarankan kepada nasabah yang berhutang untuk mematuhi segala
peraturan yang telah berlaku jika nasabah tidak mengerti dengan ketentuan yang
berlaku maka diharuskan nasabah untuk menanyakan kepada pihak Pegadaian dan
jika nasabah sudah memahami peraturan maka nasabah mempunyai kewajiban
dari perjanjian yang telah dibuat dan disepakati oleh kedua belah pihak dengan
melunasi pokok pinjaman beserta mu’nah pinjaman kepada PT pegadaian Syariah
Cabang Keutapang jika pinjaman sudah jatuh tempo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. H. M. Hanafiah Muddin, S.H,. M.Hum
Uncontrolled Keywords: wanprestasi
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository .
Date Deposited: 20 May 2026 04:25
Last Modified: 20 May 2026 04:25
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/763

Actions (login required)

View Item
View Item