Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Dalam Transaksi Jual Beli Barang Bekas Yang Mengandung Cacat Tersembunyi Melalui Media Sosial (Suatu Penelitian Di Wilayah Kota Banda Aceh)

Sajun Garisman, 1701110044 (2021) Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Dalam Transaksi Jual Beli Barang Bekas Yang Mengandung Cacat Tersembunyi Melalui Media Sosial (Suatu Penelitian Di Wilayah Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf] Text
SKRIPSI.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (245kB)

Abstract

Dalam pasal 4 huruf (c) Undang- Undang No.8 Tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa konsumen mempunyai hak atas
informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan
jasa. Namun pada praktiknya yang terjadi terhadap jual beli barang bekas yang
mengandung cacat tersembunyi melalui media online masih sering terjadi
pelanggaran-pelanggaran terhadap hak konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perlindungan hukum bagi
konsumen dalam transaksi jual beli barang bekas yang mengandung cacat
tersembunyi, tanggung jawab pelaku usaha dalam transaksi jual beli barang bekas
yang mengandung cacat tersembunyi, dan upaya yang ditempuh oleh konsumen
dalam transaksi jual beli barang bekas melalui media sosial.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
penelitian dengan menggunakan metode yuridis empiris. Penelitian yuridis
empiris adalah jenis penelitian hukum sosiologis dan dapat disebut pula dengan
penelitian lapangan (Field Reseacrh), dimana dalam hal ini penelitian dilakukan
dengan cara melakukan pengamatan dan wawancara pada suatu instansi atau
lembaga yang menjadi objek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, ditinjau dari undang – undang Pasal 4 huruf
h undang-undang perlindungan konsumen, konsumen berhak mendapatkan
kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang atau jasa yang
diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Pasal
1504 KUHPerdata telah diatur kepentingan konsumen yang dirugikan akibat dari
membeli barang yang mempunyai cacat tersembunyi. Dalam pasal tersebut
dijelaskan bahwa penjual harus menanggung barang cacat tersembunyi yang
diperdagangkannya sehingga barang tersebut tidak dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya seperti barang normal pada umumnya, atau barang tersebut
mengurangi fungsi pakainya. Adapun upaya penyelesaian dalam pelaksanaan jual
beli barang bekas menggunakan sosial media di Kota Banda Aceh dilakukan
dengan dua cara yaitu cara jalur mediasi/ kekeluargaan dan ganti kerugian.
Disarankan kepada para konsumen, dengan tingginya kemungkinan risiko
dari transaksi jual beli melalui media sosial maka konsumen perlu meningkatkan
ketelitian dan kehati-hatian dalam bertransaksi melalui dunia maya. Bagi pihak
produsen diharapkan dalam menentukan persyaratan yang berupa perjanjian
transaksi disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, transparan, dan mudah
dipahami konsumen, dengan tetap menjunjung tinggi kepuasan konsumen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Trio Yusandy, S.H., M.H.M.,Kn
Uncontrolled Keywords: Pertanggung Jawaban Bagi Konsumen, Transaksi, Jual Beli Barang Bekas, Cacat, Media Sosial, Banda Aceh
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 20 May 2026 04:07
Last Modified: 20 May 2026 04:07
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/754

Actions (login required)

View Item
View Item