Kessy Adelina Putri, 1801110135 (2026) Perlindungan Hukum Terhadap Pengemudi Grab Atas Pemesanan Barang Secara Fiktif Oleh Konsumen. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI KESSY.pdf
Download (1MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
Abstract
Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan
Konsumen menerangkan bahwa kewajiban konsumen salah satunya memiliki
itikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang atau jasa dan
membayar seperti apa yang telah disepakati. Namun, telah terjadinya orderan
fiktif yang dialami oleh driver Grab yang menjelaskan bahwa tidak adanya itikad
baik oleh konsumen sehingga ini bertentangan dengan kewajiban konsumen.
Maka sudah seharusnya pihak Grab melindungi para mitra driver dalam
menjalankan pekerjaannya.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan Perlindungan Hukum Terhadap
Mitra Driver Atas Orderan Fiktif Oleh Konsumen. Kendala Perlindungan Dari
Grab Aceh Terhadap Mitra Driver Atas Orderan Fiktif Yang Dilakukan
Konsumen. Upaya Perlindungan Dari Grab Aceh Terhadap Mitra Driver Atas
Orderan Fiktif Yang Dilakukan Oleh Konsumen.
Metode penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode yuridis
empiris. Data penulisan diperoleh melalui penelitian lapangan (field Research)
dengan mewawancarai responden dan informan serta menelaah kepustakaan
(Library Research) yaitu mengkaji buku-buku serta aturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan perlindungan hukum terhadap mitra driver
Grab atas orderan fiktif yang dilakukan oleh konsumen adalah dengan mengganti
biaya kerugian yang di alami atas orderan fiktif dalam bentuk saldo pada aplikasi
driver Grab. Kendala perlindungan dari Grab Aceh terhadap mitra driver atas
orderan fiktif yang dilakukan konsumen lebih kepada kewenangan yang tidak
dimiliki pihak Grab Banda Aceh. Upaya perlindungan dari Grab Aceh terhadap
mitra driver atas orderan fiktif yang dilakukan oleh konsumen dari pihak Grab
menyediakan pusat pengaduan pada aplikasi driver Grab guna membantu driver
Grab melakukan pengaduan untuk melaporkan orderan fiktif yang dilakukan oleh
konsumen.
Disarankan kepada pihak Grab harus serius karena para driver bukan
hanya bekerja kepada perusahaan saja melainkan memenuhi kebutuhan
keluarganya. Disarankan kepada pihak Grab pusat agar memberikan kewenangan
pihak Grab Banda Aceh supaya dapat memeriksa telah terjadinya orderan fiktif
yang dilakukan oleh konsumen. Disarankan bagi konsumen yang ingin
menggunakan layanan dapat mendaftarkan diri menggunakan kartu identitas
penduduk dan foto selfie sehingga apabila terdapat orderan fiktif pihak Grab
dapat memblokir akun konsumen sehingga mengurangnya orderan fiktif yang
dialami oleh driver Grab.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. TrioYusandy S.H., M.Kn |
| Uncontrolled Keywords: | ojek online. orderan fiktif |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository . |
| Date Deposited: | 19 May 2026 08:39 |
| Last Modified: | 19 May 2026 08:39 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/727 |
