Tanggung Jawab Pengelola Parkir Atas Kehilangan Barang Diarea Parkiran Warung Kopi (Suatu Penelitian Di Kota Banda Aceh)

Abdul Rafur, 19001110208 (2026) Tanggung Jawab Pengelola Parkir Atas Kehilangan Barang Diarea Parkiran Warung Kopi (Suatu Penelitian Di Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI ABDUL.pdf] Text
SKRIPSI ABDUL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)

Abstract

Dalam putusan MA Nomor 3416/Pdt/1985 menjelaskan bahwa pengelola
parkir harus memberikan ganti rugi kepada konsumen atas pekerjaan yang
dilakukan mengalami kehilangan/ kerusakan kendaraan atau barang milik
konsumen karena kelalaian pengelola parkir. Namun kenyataanya masih terdapat
pengelola parkir yang tidak mengganti kerugian kepada knsumen yang kehilangan
barang di warung kopi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tanggung jawab pengelola
parkir atas kehilangan barang di area parkir warung kopi, untuk menjelaskan
kendala yang menyebabkan tanggung jawab pengelola parkir atas kehilangan
barang di warung kopi tidak terpenuhi dan untuk menjelaskan upaya yang dapat
dilakukan oleh konsumen terhadap kerugian kehilangan barang di area parkir
warung kopi.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Pendekatan
yuridis adalah pendekatan yang berpedoman pada peraturan-peraturan, buku-buku
atau literatur-literatur hukum, empiris adalah suatu metode penelitian hukum yang
berfungsi untuk melihat hukum dalam artian nyata yang berkembang pada
lingkungan masyarakat, apakah sudah berjalan sesuai dengan aturan.
Hasil penelitian memperoleh bahwa perlindungan hukum diberikan
dengan cara perlindungan hukum preventif dan perlindungan hukum represif.
Perlindungan preventif bertujuan mencegah terjadinya kerugian sebelum peristiwa
kehilangan terjadi, sedangkan untuk represif dilakukan dengan cara memberikan
ganti rugi kepada konsumen parkir. Kendala yang menyebabkan tanggung jawab
pengelola parkir di warung kopi atas kehilangan barang tidak terpenuhi adalah
Juru parkir sering memandang tugasnya hanya membantu mengatur kendaraan,
bukan menjamin keamanan barang. Pandangan ini muncul karena, upah kecil
tidak ada pelatihan khusus dan tidak ada kontrak kerja formal, karena juru parkir
yang bergerak di bidang formal, sehingga cukup jarang untuk dibuat klausulaklausula tertentu. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara melaporkan
kepada Dishub jika tidak ditemukan solusi maka akan dilaporkan kepada
Lembaga Perlindungan Konsumen, namun jika juga tidak dapat terselesaikan
maka konsumen dapat menempuh jalur pengadilan
Pengelola parkir sebaiknya meningkatkan sistem keamanan di area parkir
sebagai bentuk perlindungan hukum preventif. Disarankan agar juru parkir perlu
diberikan pembekalan dan pelatihan dasar terkait tugas pengamanan kendaraan.
Bagi pihak yang bersengketa disarankan agar para pihak lebih mengutamakan
penyelesaian sengketa melalui musyawarah atau diskusi secara kekeluargaan .

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Nurhafni, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Tukag Parkir, Kehilangan Barang, Warung Kopi
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository .
Date Deposited: 18 May 2026 04:49
Last Modified: 18 May 2026 04:49
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/687

Actions (login required)

View Item
View Item