Wanprestasi Dalam Perjanjian Gala Umoung Dengan Jaminan Emas Di Kemukiman Blang Mee Kecamatan Lhong Aceh Besar

Meri Yanti, 2201110072 (2026) Wanprestasi Dalam Perjanjian Gala Umoung Dengan Jaminan Emas Di Kemukiman Blang Mee Kecamatan Lhong Aceh Besar. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI MERIYANTI.pdf] Text
SKRIPSI MERIYANTI.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (238kB)

Abstract

Pasal 1239 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menentukan bahwa setiap
perikatan untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu, apabila tidak dipenuhi,
mewajibkan debitur untuk mengganti biaya, kerugian, dan bunga. Selain itu, Pasal
1267 KUHPerdata memberikan hak kepada kreditur untuk memilih menuntut
pemenuhan perjanjian atau pembatalan perjanjian dengan ganti rugi apabila debitur
melakukan wanprestasi. Pasal 1338 KUH Perdata menyebutkan bahwa semua
perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi yang
membuatnya. Dalam masyarakat Kemukiman Blang Mee Kecamatan Lhong
Kabupaten Aceh Besar terdapat perjanjian gala yang dibuat secara tertulis dan tidak
tertulis yang melahirkan Hak dan Kewajiban bagi pemberi gala dan penerima gala.
Namun pada prakteknya masih ditemukan pihak-pihak yang tidak melaksanakan isi
perjanjian yang telah disepakati oleh mereka, seperti terjadinya wanprestasi dalam
perjanjian gala umong dengan emas di Kemukiman Blang Mee Kecamatan Lhong
Kabupaten Aceh Besar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk perjanjian gala
umong dengan emas, bentuk wanprestasi dalam perjanjian gala umong dengan
emas dan penyelesaian sengketa wanprestasi dalam perjanjian gala umong dengan
emas di Kemukiman Blang Mee Kecamatan Lhong Kabupaten Aceh Besar.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis
empiris. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan, penelitian
kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan peraturan perundangundangan, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai
responden dan informan yang terkait dengan penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bentuk perjanjian gala umong
menurut hukum adat dibuat secara tertulis dan tidak tertulis. Adapun bentuk
wanprestasi dalam perjanjian gala umong, pertama yaitu sawah yang sudah digala
sebelumnya digalakan kembali kepada pihak yang lain, kedua yaitu menebus
tanahnya tetapi diluar batas waktu yang telah ditentukan, dan ketiga yaitu pemberi
gala menjual tanah dalam galaan penerima gala tanpa menebusnya terlebih dahulu.
Adapun penyelesaian sengketa wanprestasi dalam perjanjian gala umong dengan
emas, yaitu dengan musyawarah secara kekeluargaan, apabila hal tersebut tidak
juga menyelesaikan permasalahan dapat mengajukan penyelesaian sengketa
wanprestasi melalui musyawarah dengan Keuchik, Imuem Mukim, dan Camat.
Dilakukan secara berurutan sampai permasalahan dapat terselesaikan.
Dari hasil penelitian tersebut disarankan kepada para pihak dalam melakukan
perjanjian gala secara tertulis, jika secara lisan harus menghadirkan saksi, dan
memberikan sanksi yang tegas terkait ketidakpatuhan dalam perjanjian adat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Trio Yusandy, S.H., M.Kn
Uncontrolled Keywords: Perdata
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository .
Date Deposited: 13 May 2026 08:47
Last Modified: 13 May 2026 08:47
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/662

Actions (login required)

View Item
View Item