Wahyu Wildan, 1901110070 (2025) Wanprestasi Dalam Perjanjian Bagi Hasil Pengelolaan Sawah (Suatu Penelitian di Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI.pdf
Download (2MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (297kB)
Abstract
Pasal 1239 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menyebutkan tiap
perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu wajib
diselesaikan dengan memberikan penggantian biaya, kerugian, dan bunga, bila
debitur tidak memenuhi kewajibannya. Namun dalam kenyataanya perjanjian
bagi hasil pengelolaan sawah antara pemilik sawah dan penggarap sawah tidak
sesuai dengan perjanjian yang ada.
Tujuan penulisan ini untuk menjelaskan bentuk wanprestasi dalam
perjanjian bagi hasil pengelolaan sawah, untuk menjelaskan faktor penyebab
timbulnya wanprestasi dalam perjanjian bagi hasil pengelolaan sawah, untuk
menjelaskan upaya yang ditempuh untuk menyelesaikan wanprestasi dalam
perjanjian bagi hasil pengelolaan sawah.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Data dalam
penelitian skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian
lapangan (Field Research). Penelitian kepustakaan (library research) untuk
memperoleh data sekunder dengan mengkaji peraturan perundang-undangan,
buku-buku dan pendapat para ahli hukum yang berkaitan dengan masalah yang
dibahas. Sedangkan penelitian lapangan dimaksudkan untuk memperoleh data
primer dengan mewawancarai responden dan informan.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa bentuk wanprestasi dalam perjanjian
bagi hasil pengelolaan sawah berupa tidak menunaikan kewajiban bagi hasil
sesuai dengan perjanjian, faktor penyebab timbulnya wanprestasi dalam perjanjian
bagi hasil pengelolaan sawah adalah kelalaian dalam memenuhi kewajiban,
perbedaan interprestasi perjanjian, perubahan kondisi meliputi perubahan
ekonomi dan bencana alam, posisi tawar yang tidak seimbang, kurangnya
pemhaman hukum meliputi ketidaktahuan tentang hak dan kewajiban dan tidak
ada keterlibatan pihak ketiga dalam perjanjian, upaya yang ditempuh untuk
menyelesaikan wanprestasi dalam perjanjian bagi hasil pengelolaan sawah melalui
jalur non-litigasi dan litigasi, serta niat baik, kekuatan bukti, peran pihak ketiga
dan pemahaman hukum.
Disarankan kepada pihak pemilik sawah untuk mengatur secara jelas
bentuk-bentuk perjanjian kepada penggarap sawah agar wanprestasi yang dialami
bisa teratasi, kepada para pihak agar dapat memperjelas apa yang diperjanjikan
untuk mengatur pembagian keuntungan secara benar sesuai dengan isi perjanjian
agar wanprestasi tidak terjadi, kepada para pihak agar dapat melakukan upaya
penyelesaian sengketa perjanjian pembagian keuntungan pengelolaan sawah
dengan baik sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Trio Yusandy, S.H., M.Kn |
| Uncontrolled Keywords: | Wanprestasi, perjanjian bagi hasil, pengelolaan sawah |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 12 May 2026 08:37 |
| Last Modified: | 12 May 2026 08:37 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/634 |
