Dosi Alfian Syah, 2101110045 (2025) Analisis Yuridis Pelanggaran Merek Dagang Di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI.pdf
Download (2MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (296kB)
Abstract
Pasal 100 ayat (1) Undang-Undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan
indikasi Geografis disebutkan, setiap orang yang tanpa hak menggunakan merek yang
sama pada keseluruhan dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau
jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dapat dipidana penjara paling
lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 miliar. Namun dalam kenyataannya
masih banyak terjadi pelanggaran hak atas merek seperti Ms Glow dan Ps Glow
sehingga menimbulkan kerugian bagi pemegang merek.
Tujuan penulisan, untuk menjelaskan bentuk pelanggaran merek dagang yang
sering terjadi di Indonesia, untuk menjelaskan ketentuan hukum yang dapat
memberikan perlindungan yang memadai bagi pemilik merek dagang terhadap
Tindakan pelanggaran, untuk menjelaskan Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh
pemilik merek untuk menegakkan haknya atas terjadinya pelanggaran merek.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative. Data dalam penelitian
skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan untuk
memperoleh data sekunder dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, bukubuku dan pendapat para ahli hukum yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.
Berdasarkan hasil penelitian di ketahui bahwa bentuk pelanggaran merek
dagang yang terjadi di indonesia Pembajakan Merek Orang Lain, dalam kasus Ms
Glow dan PS Glow adanya Pelanggaran Terhadap Merek yang telah Mendaftarkan,
merek dagangnnya, dan dari pemilik pertama yang menggunakan nama merek dagang
tersebut yang sah secara hukum sebagai pemilik sah, dari nama merek dagang. Dari
kasus yang merasa mereknya telah terdaftar duluan. Dari analisis kasus pelanggaran
merek dagang di indonesia. Dari kasus ini adanya keinginan melakukan kecurangan
dalam usaha dengan mengikuti produk dari merek dengan nama yang sama, dan juga
dalam kasus pelanggaran merek, adanya kurangnya kesadaran masyarakat atas
bahayanya dan merugikan pemilik merek atas pelanggaran yang mereka lakukan.
Upaya pertama dilakukan secara kekeluargaan, dan apabila tidak dapat di selesaikan
secara kekeluargaan akan diajukan gugatan ke pengadilan.
Diharapkan kepada lembaga yang terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual
lebih menekankan sosalisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan
kepedulian masyarakat terhadap hak kekayaan intelektual terkhususnya merek
dagang, dan kepada masyarakat lebih peduli untuk melndungi dan mendaftarkan
merek dagang, untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap merek dagang, dan
mendapatkan kepastian hukum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Dr. H. Yusri Z Abidin S.H., M.Н. |
| Uncontrolled Keywords: | pelanggaran, merek dagang,Indonesia |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 12 May 2026 05:14 |
| Last Modified: | 12 May 2026 05:14 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/612 |
