Irgi Sifa Multazam, 2107110025 (2025) Analisis Air Bersih Dan Sanitasi Lingkungan Di Pelabuhan Penyebrangan Ulee Lheu Kota Banda Aceh Tahun 2025. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
SKRIPSI FULL.pdf
Download (10MB)
Abstract
Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh merupakan pelabuhan utama dengan tingkat aktivitas manusia yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan lingkungan apabila kualitas air bersih dan sanitasi tidak dikelola dengan baik. Pelabuhan berfungsi tidak hanya sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai ruang publik dengan interaksi intensif antara pekerja dan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas air bersih berdasarkan parameter fisik dan kimia, ketersediaan air bersih, kondisi lingkungan sekitar, serta kelayakan sanitasi fasilitas umum di wilayah Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh.
Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain analisis
deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran kualitas air, serta penilaian sanitasi dan higiene lingkungan. Sampel penelitian menggunakan pengambilan sampel air pada beberapa titik strategis, yaitu toilet lobby kanan, toilet lobby kiri, toilet kantin, dan musholla. Parameter yang dianalisis meliputi aspek fisik (bau, rasa, warna, dan kekeruhan), aspek kimia (pH), ketersediaan air bersih, kepadatan lalat, serta kelayakan sanitasi fasilitas umum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air ber sih secara fisik dan kimia
umumnya memenuhi baku mutu, dengan nilai kekeruhan berkisar 0,10 –0,55 NTU
dan pH sebesar 7 pada seluruh titik pengukuran, masih dalam rentang standar 6,5 –
8,5. Namun, seluruh sampel air tidak memenuhi standar pada parameter rasa, yaitu teridentifikasi rasa pahit dan manis. Ketersediaan air bersih tercatat tersedia di
100% lokasi pengamatan dengan sumber air sumur bor. Kepadatan lalat tertinggi ditemukan di area kantin (12,8 ekor), diikuti TPS (10 ekor), dan terendah di toilet umum (3,2 ekor). Penilaian sanitasi fasilitas umum menunjukkan sebagian besar fasilitas belum memenuhi syarat dengan tingkat kelayakan 66% –71%, kecuali lobby kiri (82%).
Dapat disimpulkan bahwa meskipun kualitas air bersih relatif baik, kondisi sanitasi lingkungan dan fasilitas umum di Pelabuhan Ulee Lheu masih berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Diperlukan peningkatan pengelolaan kualitas air, perbaikan sanitasi fasilitas umum, serta pengendalian vektor penyakit secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1. Dr. Radhiah Zakaria, M.Sc 2. Dedi Andria, SKM, M. Kes |
| Uncontrolled Keywords: | kualitas air, sanitasi lingkungan, fasilitas umum, kepadatan lalat, pelabuhan |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.1 Kesehatan Lingkungan |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Irgi Sifa Multazam 2107110025 |
| Date Deposited: | 13 May 2026 04:53 |
| Last Modified: | 13 May 2026 04:53 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/587 |
