Irvandi Maulana, 1901110088 (2024) Penerapan ‘Uqubat Cambuk Terhadap Anggota Polri Yang Melakukan Jarimah Khamar (Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI IRVANDI MAULANA.pdf
Download (1MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (444kB)
Abstract
Pasal 16 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum
Jinayat disebutkan bahwa: “Setiap Orang yang dengan sengaja memproduksi,
menyimpan/menimbun, menjual, atau memasukkan Khamar, masing-masing
diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 60 (enam puluh) kali atau
denda paling banyak 600 (enam ratus) gram emas murni atau penjara paling lama
60 (enam puluh) bulan. Bagi anggota kepolisian yang melakukan jarimah khamar
juga dapat dikenakan sanksi disiplin. Namun meskipun telah diancam dengan
suatu pidana akan tetapi dalam praktiknya perbuatan tersebut masih terjadi di
Kepolisian Resor Gayo Lues.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan uqubat cambuk bagi
Anggota Kepolisian yang membawa/mengangkut minuman Khamar, Faktor
Terjadinya Anggota Kepolisian yang membawa/mengangkut minuman Khamar,
dan Hambatan dan upaya yang ditempuh dalam menanggulangi terjadinya
Jarimah Khamar.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan
penelitian kepustakaan (library research) yaitu dengan cara mempelajari literatur
(buku-buku), teori- teori dan perundang-undangan, dan penelitian lapangan (field
research) dengan mewawancarai responden dan informan yang berkenaan
langsung dengan permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan uqubat cambuk bagi
anggota kepolisian Resor Gayo Lues yang membawa/mengangkut minuman
khamar dikenakan hukuman cambuk sebanyak 15 (lima belas) kali, hukuman
disiplin yakni mutasi bersifat Demosi selama 15 (lima belas) tahun, penempatan
khusus selama 7 hari, dan kewajiban meminta maaf secara lisan di hadapan
Sidang KKEP. Faktor penyebab terjadinya jarimah khamar karena adanya
kesempatan, akses wilayah yang mudah dan tergiur dengan keuntungan.
Hambatannya adalah kurangnya koordinasi antara petugas Kepolisian dengan
petugas WH, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) personel WH, kurangnya
kepedulian masyarakat, dan kurangnya pengawasan pada internal Polri terhadap
anggota. Upaya yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada personel
Polri tentang Syariat Islam, meningkatkan kerjasama antara personel Polri dengan
Petugas WH, melakukan razia rutin kepada personel Polri, dan pengawasan
langsung oleh atasan kepada anggota di setiap unit kerja.
Disarankan agar terus meningkat pengawasan jalan masuknya barang
haram khamar dari Sumatera Utara ke Aceh, dan memberikan sosialisasi kepada
seluruh anggota kepolisian daerah Aceh sehingga mereka memahami bahwa di
Aceh berlaku syariat Islam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Mukhlis, S.H., M.Hum. |
| Uncontrolled Keywords: | ‘Uqubat cambuk, anggota kepolisian, jarimah khamar, gayo luwes |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 11 May 2026 05:19 |
| Last Modified: | 11 May 2026 05:19 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/576 |
