Noval Asriadi, 1901110085 (2023) Penerapan Sanksi Terhadap Pelaku Jarimah Pemerkosaan Anak (Suatu Penelitian Di Wilayah Hakum Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh Kelas 1-А). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI.pdf
Download (1MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB)
Abstract
Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Pemerkosaan terhadap anak diancam dengan ‘Uqubat ta’zir cambuk paling sedikit 150 (seratus lima puluh) kali, paling banyak 200 (dua ratus) kali atau denda paling sedikit 1.500 (seribu lima ratus) gram emas murni, paling banyak 2.000 (dua ribu) gram emas murni atau penjara paling singkat 150 (seratus lima puluh) bulan, paling lama 200 (dua ratus) bulan. Namun telah terjadi perbedaan putusan hakim Mahkamah syar’iyah atas jarimah pemerkosaan terhadap anak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan terjadinya jarimah pemerkosaan terhadap anak, penerapan sanksi hakim terhadap pelaku jarimah pemerkosaan terhadap anak, hambatan dan upaya dalam menanggulangi terjadinya jarimah pemerkosaan terhadap anak.
Metode penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode yuridis empiris. Data penulisan diperoleh melalui penelitian lapangan (field Reserch) dengan mewawancarai responden dan informan dan menelaah kepustakaan (Library Reserch) yaitu mengkaji buku-buku serta aturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan faktor yang menyebabkan terjadinya jarimah pemerkosaan terhadap anak terjadi karena kurangnya pemahan agama, kelainan seksual, salah dalam bergaul serta kurangnya pengawasan dari orang tua. Penerapan sanksi hakim terhadap pelaku jarimah pemerkosaan terhadap anak lebih kepada kelemahan jaksa dalam menyediakan atau menampilkan alat bukti yang mendukung perbuatan pemerkosaan, hambatan dan upaya dalam menanggulangi terjadinya jarimah pemerkosaan terhadap anak berupa hambatan dari segi keluarga yang menganggap hal tersebut sebagai aib, pendidikan, dan lingkungan korban sedangkan hambatan terhadap pelaku lebih kepada tindakan jaksa yang menurut majelis salah dalam menerapkan dasar hukum dan upaya yang majelis hakim menerangkan pada pertimbangan hakim klasifikasi zina yang tepat diterapkan.
Disarankan kepada Pemerintah Aceh agar mengutamakan Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat Aceh agar jarimah pemerkosaan menurun. terhadap Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh bahwa terhadap kasus jarimah pemerkosaan anak agar tidak terlalu besar perbedaan putusan Majelis Hakim Mahkamah syar’iyah Kota Banda Aceh berkenan mengikuti yurisprudensi. Disarankan kepada jaksa penuntut umum agar dapat menerapkan pasal zina kepada pelaku anak diatas usia 12 tahun apabila terdapat motif sukasama suka.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Riza Chatias Pratama, S.H., LLM. |
| Uncontrolled Keywords: | Pidana Pelaku jarimah Pemerkosaan Anak |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 2 |
| Date Deposited: | 11 May 2026 04:34 |
| Last Modified: | 11 May 2026 04:34 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/563 |
