Habibullah, 1601110076 (2023) Pelaksanaan Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pemerasan Dan Pengancaman (Suatu Penelitian di Kepolisian Resor Kabupaten Aceh Besar). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
GABUNG PDF.pdf
Download (1MB)
FROM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (282kB)
Abstract
Pasal 1 angka 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana menjelaskan
bahwa: “penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut
cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan
bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi
dan guna menemukan tersangkanya”. Namun dalam pelaksanaan penyidikan
tindak pidana pemerasan dan pengancaman di kepolisian resor Aceh Besar masih
ditemukan beberapa hambatannya.
Penelitian ini bertujuan menjelaskan pelaksanaan penyidikan terhadap
tindak pidana pemerasan dan pengancaman, pemenuhan hak-hak tersangka tindak
pidana pemerasan dan pengancaman, dan hambatan serta upaya yang dilakukan
dalam pelaksanaan penyidikan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan
penelitian kepustakaan (library research) yaitu dengan cara mempelajari literatur
(buku-buku), teori-teori dan perundang-undangan, dan penelitian lapangan (field
research) dengan mewawancarai kepada responden dan informan yang berkenaan
langsung dengan permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyidikan terhadap
pelaku tindak pidana pemerasan dan ancaman yaitu penyidik menerima laporan,
penyidik melengkapi administrasi penyidikan serta mengirimkan SPDP (surat
pemberitahuan dimulainya penyidikan) kepada Jaksa, pemeriksaan terhadap
korban, gelar perkara, penangkapan, penyitaan barang/dokumen, dan setelah
berkas perkara lengkap menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa.
Pemenuhan hak-hak tersangka berupa memberitahukan dasar dan tuduhan alasan
ia ditangkap, memberitahukan haknya untuk didampingi oleh kuasa hukum, dan
hak memberikan keterangan secara bebas. Hambatan adalah waktu dipanggil
terlapor tidak hadir, sulit melacak keberadaan tersangka, alamat terlapor tidak
jelas, dan terlapor lebih dari satu orang. Sedangkan Upaya yang dilakukan yaitu
melakukan koordinasi dengan rekan-rekan penyidik tempat DPO/tersangka
berdomisili, mengeluarkan surat DPO (Daftar Pencarian Orang) dan menyebarkan
di kalangan Masyarakat, menginputnya di Aplikasi E manajemen penyidikan
dengan mencantumkan identitas tersangka, dan melakukan Tracking (pelacakan)
keberadaan tersangka dengan cara melakukan CP (cek post) nomor hanphone.
Disarankan kepada penyidik terus meningkatkan kemampuannya
khususnya kemampuan akademiknya supaya dalam proses penanganan perkara
dapat berjalan dengan lebih lancar dan baik, dan disaranakan terus memburu dan
melacak keberadaan tersangka sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Dr. Airi Safrijal, S.H.,M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | penyelidikan, pidana, pemerasan, pengancaman |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 11 May 2026 04:32 |
| Last Modified: | 11 May 2026 04:32 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/560 |
