Penyelesaian Tindak Pidana Membawa Lari Anak Di Luar Pengadilan (Suatu Penelitian Di Kabupaten Aceh Barat Daya)

Angga Raditcha Luckyansah Ar, 1801110039 (2023) Penyelesaian Tindak Pidana Membawa Lari Anak Di Luar Pengadilan (Suatu Penelitian Di Kabupaten Aceh Barat Daya). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI GABUNG PDF.pdf] Text
SKRIPSI GABUNG PDF.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FROM B.pdf] Text
FROM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Dalam Pasal 40 ayat (2) Qanun Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perlindungan anak disebutkan bahwa penyelesaian di luar pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengedepankan prinsip kepentingan tebaik bagi anak dengan menggunakan hukum adat atau budaya masyarakat setempat. Selain itu dalam Pasal 41 ayat (2) juga menjelaskan bahwa pendekatan kesejahteraan dan keadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penghukuman terhadap anak dengan pendekatan diversi dan keadilan pemulihan. Namun dalam kenyataannya terdapat anak yang dibawa lari oleh orang dewasa di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan penyelesaian tindak pidanam membawa lari anak, upaya dalam penangulangan tindak pidana terhadap pelaku yang membawa lari anak, dan kendala dalam penegakan hukum terhadap pelaku yang membawa lari anak.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dengan cara mempelajari buku-buku literatur, Perundang-Undangan serta pendapat para sarjana yang relevan dengan penlulisan skripsi ini. Dan pendekatan secara lapangan (field research) dengan cara mewawancarai informan dan responden guna untuk memaparkan data yang diperoleh.

Hasil yang diperoleh adalah Proses penyelesaian tindak pidana membawa lari anak yang dilakukan oleh Kepolisian Aceh Barat Daya melalui restoratife yang dimana peran polisi sebagai mediator dan fasilator, guna mencapai kesepakatan dan tujuan yang hendak dicapai melalui proses musyawarah untuk memulihkan segala kerugian, dalam hal menjadi mediator dan fasilator polisi menunjukan pasal-pasal dan ketentuan perundang-undangan peradilan anak, lalu para masyarakat dipersilahkan mencari jalan keluar terbaik agar terjadi proses perbaikan untuk menanggulangi kasus terhadap anak yang dibawa lari maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan upaya preventif yang merupakan upaya yang ditunjukan untuk mencegah terjadinya kejahatan yang pertama kali Melakukan sosialisasi terhadap lingkungan sekolah /penyeluruhan terhadap ma syarakat, selanjutnya yaitu upaya represif yang merupakan upaya yang telah terjadi. Sehingga penyelesaian yang dihadapi dengan mengikuti sistem peradilan di Indonesia, kendala yang dihadapi dalam tindak pidana membawa lari anak adalah kendala waktu dan jumlah personil yang kurang, keterangan sering berubah-ubah, dan saksi korban menganggap apa yang dilakukan tidak salah.

Disarankan untuk orang tua agar lebih memperhatikan tumbuh kembang anak, agar mental, fisik dan psikis anak tetap terjamin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Mukhlis,S.H.,M.Hum.
Uncontrolled Keywords: tindak pidana bawa lari anak diluar pengadilan
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 11 May 2026 04:03
Last Modified: 11 May 2026 04:03
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/556

Actions (login required)

View Item
View Item