Hubungan Muniru (Api-Apian) Dengan Tingkat Keparahan Pasien Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kabupaten Bener Meriah

Kartini, 2307210031 (2025) Hubungan Muniru (Api-Apian) Dengan Tingkat Keparahan Pasien Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kabupaten Bener Meriah. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of TESIS KARTINI.pdf] Text
TESIS KARTINI.pdf

Download (24MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (350kB)

Abstract

Tingginya kasus Tuberkulosis paru di Kabupaten Bener Meriah pada tahun
2023–2024 menjadi perhatian serius, terutama karena disertai dengan kebiasaan
masyarakat melakukan “Muniru” atau pembakaran kayu untuk menghangatkan
tubuh. Kebiasaan ini menghasilkan paparan asap dalam jangka panjang yang dapat
memperburuk kondisi paru-paru, khususnya di wilayah dataran tinggi yang bersuhu
rendah. Fenomena ini mengindikasikan perlunya kajian terhadap Budaya Muniru
yang berpotensi memperberat penyakit Tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan Muniru dan tingkat keparahan
Tuberkulosis paru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional mendapatkan factor
yang berhubungan dengan keparahan Tuberkulosis Paru paru dan menggali
perspektif masyarakat. Sampel penelitian sebanyakc 96 pasien Tuberkulosis paru BTA
(+) yang dilibatkan dalam pengumpulan data melalui kuesioner dan sebanyak 3 orang
informan yang dilakukan wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan
analisis univariat, bivariat berupa uji chi square dan multivariat berupa uji regresi
logistic, serta analisis konten.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keparahan Tuberkulosis paru
berhubungan dengan pendidikan (p=0.000, OR=75.85) dan kebiasaan Muniru
(p=0.000, OR=28.47), namun tidak berhubungan dengan usia (p=0.558), jenis kelamin
(p=0.238), pekerjaan (p=0.928) dan merokok (p=0.212). Hasil penelitian
mendapatkan informasi bahwa setelah melakukan muniru informan sebagian besar
mengalami sesak napas, dada terasa berat, tenggorokan gatal dan kepala pusing.
Direkomendasikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah untuk
merancang program edukasi mengenai bahaya muniru sebagai bagian dari upaya
pengendalian Tuberkulosis paru. Puskesmas juga diharapkan aktif melakukan
penyuluhan serta mendorong penggunaan alternatif penghangat yang lebih aman,
guna mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita
Tuberkulosis paru.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Farrah faush Fahdhienie, SKM, MPH 2.Dr. Hermansyah, SKM, MPH
Uncontrolled Keywords: Dataran Tinggi, Muniru, Keparahan Tuberkulosis Paru
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 610.6 Administrasi Kebijakan Kesehatan
Divisions: PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 07 May 2026 05:18
Last Modified: 07 May 2026 05:18
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/534

Actions (login required)

View Item
View Item