Cut Nasrulsyah, 1807210002 (2022) Hubungan Kebugaran, Imt Dan Umur Dengan Risiko Diabetes Melitus Dan Hipertensi Pada Pegawai Negeri Sipil Di Dinas Kesehatan Aceh. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
TESIS.pdf
Download (4MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (645kB)
Abstract
Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi penyakit tidak menular (PTM)
sangat tinggi, dan menjadi masalah kesehatan serta penyebab kematian akibat penyakit hipertensi,
diabetes, dan lainnya. Salah satu faktor penyebab tingginya kasus PTM yaitu rendahnya tingkat
kebugaran masyarakat akibat kurang gerak, aktivitas rendah serta pola makan yang salah. Tujuan
penelitian adalah untuk mengukur hubungan tingkat kebugaran dan karakteristik pegawai dengan risiko
diabetes melitus dan hipertensi pada pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional, dan telah dilakukan di Dinas
Kesehatan Propinsi Aceh, pada September – Oktober tahun 2021. Sampel merupakan PNS Dinas
Kesehatan Propinsi Aceh yang diambil secara random sebanyak 97 orang. Pengumpulan data
dilakukan dengan beberapa metode yaitu wawancara langsung kepada responden untuk
mengumpulkan data karakteristik PNS. Data antropometri diperoleh dari penimbangan dan
pengukuran tinggi badan, untuk mengetahui status gizi menggunakan IMT. Data hipertensi
diperoleh dari hasil pengukuran tekanan darah menggunakan alat ukur Sphygmanometer. Data
kadar gula dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium Hba1C menggunakan A1CNOW Plus 3021
untuk mendeteksi diabetes melitus. Data kebugaran diperoleh dari hasil jalan cepat atau jogging
menggunakan alat ukur Rockport yang dapat mencapai 1,6 km untuk mengetahui data/nilai VO2
Max. Analisis data menggunakan uji Regresi Linier pada tingkat kemaknaan 95%.
Hasil penelitian diperoleh bahwa umur (p=0,002) dan IMT (p=0,002) memiliki hubungan
dengan kejadian hipertensi (p<0,05), begitu juga IMT (p=0,011) dengan kejadian diabetes melitus
(p<0,05), namun umur tidak berhubungan dengan diabetes (p= 0,365). Kebugaran menunjukkan
hubungan signifikan dengan kejadian diabetes melitus (p=0,039; p<0,05), namun tidak memiliki
hubungan dengan kejadian hipertensi (p=0,550; p>0,05). Faktor dominan yang berpengaruh
terhadap diabetes adalah IMT dan kebugaran, dan faktor dominan yang mempengaruhi hipertensi
adalah umur dan IMT.
Kesimpulan, umur dan IMT memiliki hubungan dengan kejadian diabetes dan hipertensi.
Tingkat kebugaran memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diabetes melitus, namun tidak
terdapat hubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan
Provinsi Aceh. Saran, perlu upaya preventif dalam mengantisipasi tingginya prevalensi penyakit
tidak menular yaitu menjadwalkan kegiatan olahraga seperti jalan atau jogging atau senam.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Fahmi Ichwansyah, S.Np, MPH, Ph.D 2.Dr. Hermansyah, SKM, MPH |
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes melitus, fitness, hypertension |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi |
| Divisions: | PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:21 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:21 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/529 |
