Finisa Balkis, 1907210016 (2021) Analisis Determinan Kematian Neonatal Di Indonesia (Analisis Lanjut Data Sdki 2017). Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
TESIS FINISA BALKIS 1907210016.pdf
Download (5MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (247kB)
Abstract
Secara global di tahun 2017, angka kematian neonatal sebanyak 18 kematian per 1000
kelahiran hidup. World Health Organization (WHO) mengatakan 47% dari kematian balita
adalah kematian neonatal. Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia menunjukkan AKN di
Indonesia mencapai 15 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2017, angka tersebut masih
belum mencapai target SDGs kurang dari 12 per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian
neonatal yang tinggi menjadi salah satu bukti buruknya kualitas pelayanan kesehatan pada
ibu dan bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui kunci utama dari
permasalahan yang menyebabkan terjadinya kematian neonatal.
Penelitian pada SDKI 2017 ini bersifat deskriptif analitik dilakukan dengan
menggunakan desain Cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di 34
Provinsi di seluruh Indonesia, dilakukan pada tanggal 24 Juli sampai 30 September 2017. Data
sekunder tersebut diolah kembali peneliti dengan beberapa variabel yang berbeda pada
tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh sampel SDKI 2017 yang memenuhi
kriteria berjumlah 79.710 sampel. Kemudian, data dianalisis dengan analisis univariat,
bivariat dengan uji regeresi logistik dan multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil penelitian dengan analisis univariat didapatkan bahwa proporsi bayi yang
mengalami kematian neonatal sebesar 2.83%. Lalu pada analisis bivariat didapatkan bahwa
variabel yang berhubungan yaitu kunjungan ANC (p value 0.000 dan OR = 3.91), jenis kelamin
bayi (p value 0.000 dan OR = 1.39), tempat melahirkan (p value 0.000 dan OR = 2.07), BBLR (p
value 0.000 dan OR = 4.20), umur ibu (p value 0.000 dan OR = 1.31), pendidikan ibu rendah (p
value 0.000 dan OR = 2.95), jarak kelahiran (p value 0.000 dan OR = 1.98), paritas (p value
0.037 dan OR = 1.18), mengkonsumsi zat besi (p value 0.000 dan OR = 3.61), imunisasi TT (p
value 0.000 dan OR = 1.41), dan penolong persalinan (p value 0.000 dan OR = 1.80).
Kemudian, hasil uji multivariat variabel yang paling berpengaruh yaitu bayi yang mengalami
BBLR dengan nilai OR = 9.75.
Kematian neonatal dapat disebabkan oleh masalah-masalah yang terjadi saat
kehamilan dan melahirkan, maka untuk menghindari hal tersebut ibu hamil harus melakukan
antenatal care guna untuk mencegah terjadinya masalah atau komplikasi saat kehamilan
dan melahirkan sehingga jika muncul masalah dapat ditangani sedini mungkin.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1.Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH, PhD 2.dr. Nurjannah, MPH, PhD |
| Uncontrolled Keywords: | Kematian neonatal, Determinan, SDKI 2017, Uji Regresi Logistik, Group Ana |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi |
| Divisions: | PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:55 |
| Last Modified: | 07 May 2026 03:55 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/524 |
