M. Chairul Akbar, 1801110017 (2023) Pembebasan Bersyarat Terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan Dalam Kasus Tindak Pidana Asusila (Suatu Penelitian di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
Skripsi M Chairul Akbar.pdf
Download (1MB)
Form B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (294kB)
Abstract
Pasal 14 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yaitu mengenai hak-hak yang memiliki oleh narapidana yang salah satunya adalah memperoleh pembebasan bersyarat, yang merupakan hak bagi setiap narapidana. Di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh tahun 2019-2020 terdapat dua orang narapidana tindak pidana asusila yang mendapatkan pembebasan bersyarat.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap warga binaan kasus asusila di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh, kendala dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap warga binaan kasus asusila di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh dan upaya dalam mengatasi kendala pada pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap warga binaan kasus asusila di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh.
Data penulisan ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari literatur, buku-buku dan peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap warga binaan kasus asusila di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2012, Keputusan Menteri Kehakiman No.M.01-PK.04.10 Tahun 1999, berdasarkan ketentuan Pasal 15 dan 16 KUHP serta Pasal 14, Pasal 22 dan Pasal 29 Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap warga binaan kasus asusila di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh yaitu yaitu prosedur pengusulan pembebasan bersyarat terlalu rumit, penjamin pihak keluarga narapidana tidak bersedia menjadi penjamin, melanggar hukum disiplin, proses administrasi yang lama, faktor warga masyarakat, vonis pengadilan dan eksekusi kejaksaan, narapidana kurang aktif dan sulit memperoleh surat jaminan dari pihak keluarga narapidana. Upaya dalam mengatasi kendala pada pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap warga binaan kasus asusila yaitu memberikan penjelasan kepada narapidana tentang pembebasan bersyarat, narapidana dianjurkan aktif ikut pembinaan dan melakukan penyuluhan kepada narapidana.
Disarankan agar meningkatkan kualitas SDM petugas, mengintensifkan penyuluhan tentang pembebasan bersyarat terutama kepada narapidana dan meningkatkan koordinasi antara instansi terkait sehingga mendukung percepatan proses pemberian pembebasan bersyarat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Mahfud, S.H., LLM |
| Uncontrolled Keywords: | Pembebasan Bersyarat, Tindak Pidana Asusila |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 2 |
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:29 |
| Last Modified: | 07 May 2026 03:29 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/518 |
