Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Dengan Kesehatan Mental Pada Anak Korban Sexual Abuse Di Provinsi Aceh Tahun 2021

Nofita Yulandari, 1907210010 (2022) Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Dengan Kesehatan Mental Pada Anak Korban Sexual Abuse Di Provinsi Aceh Tahun 2021. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of TESIS.pdf] Text
TESIS.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FROM B.pdf] Text
FROM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (146kB)

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak akan berdampak terhadap perkembangan kesehatan
mental anak. Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi fenomena gunung es.
Hal ini disebabkan kebanyakan anak yang menjadi korban kekerasan seksual enggan melapor.
Dampak kesehatan di kemudian hari berkaitan dengan trauma yang berkepanjangan,
bahkan hingga dewasa. Bila tidak ditangani serius, kekerasan seksual terhadap anak dapat
menimbulkan dampak sosial yang luas di masyarakat.
Penelitian ini mengkaji hubungan faktor sosial ekonomi dengan kesehatan mental pada
anak korban sexual abuse di Provinsi AcehPenelitian ini merupakan jenis penelitian
observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah anak yang mengalami kekerasan seksual berdasarkan data dari UPTDPPA Aceh Provinsi Aceh di 12 Kabupaten yang berjumlah 123 anak. Sampel penelitian
adalah total populasi. Analisis data menggunakan uji logistic regersi.
Hasil penelitian diketahui (40,65%) mengalami borderline dan (59,35%) abnormal. Faktor
yang berhubungan dengan perkembangan kesehatan mental anak adalah adalah
pendidikan ayah menengah (OR= 3,6; p = 0,002), pendidikan ayah dasar (OR=2,8; p=
0,025), pekerjaan ayah wiraswasta (OR=3,6; p=0,03), pengaruh lingkungan (OR=2,7; p=
0,009), dukungan keluarga tidak mendukung (OR=9; p=0,0001) dan peran konselor tidak
mendukung (OR=2,3; p= 0,026).
Hasil analisis multivariat disimpulkan bahwa anak yang mengalami seksual abuse
cenderung mengalami perkembangan kesehatan mental abnormal 15 kali lebih besar
dibandingkan dengan variabel lainnya. Kepada Pemerintah Aceh dalam hal Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) wajib melakukan sosialisasi dalam
hal ini diwakili gampong dan program edukasi kepada semua golongan masyarakat mengenai
pencegahan kejahatan terhadap anak dan tindakan-tindakan serta hukuman bagi pelaku.
Pemerintah wajib memberikan perhatian pada rehabilitasi anak yang menjadi korban,
terutama pendampingan secara psikologis sehingga memulihkan cedera mental atau trauma
yang dialami anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Radhiah Zakaria, MSc 2.Dr. rer. Med. Marthoenis, M.Sc. MPH
Uncontrolled Keywords: sosial, ekonomi, kesehatan mental, anak, sexual abuse
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 610.6 Administrasi Kebijakan Kesehatan
Divisions: PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository 1
Date Deposited: 07 May 2026 03:29
Last Modified: 07 May 2026 03:29
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/517

Actions (login required)

View Item
View Item