Maulana Akbar, 1501110247 (2022) Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Yang Menyebabkan Matinya Orang Lain (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kabupaten Kuala Simpang). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI MAULANA AKBAR.pdf
Download (928kB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (247kB)
Abstract
Pasal 1 angka 2 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana menjelaskan bahwa “Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya”. Namun pelaksanaan penyidikan terhadap anak pelaku tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan matinya orang lain masih ditemukan hambatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan menjelaskan pelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang secara bersama-sama, pemenuhan hak-hak tersangka dalam pelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang secara bersama-sama, dan hambatan dan upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang secara bersama-sama. Dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research) yaitu dengan cara mempelajari literatur (buku-buku), tiori-tiori dan perundang-undangan, dan penelitian lapangan (field research) dengan mewawancarai kepada responden dan informan yang berkenaan langsung dengan permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang secara bersama-sama, yaitu berupa penerimaan laporan, melakukan penyelidikan dan penyidikan, mengumpulkan alat bukti, melakukan penggeledahan, melakukan penangkapan, dan melakukan penahanan, pemenuhan hak-hak tersangka yaitu berupa menjamin keadilan, menjamin perlindungan terhadap hak-hak tersangka, dan persamaan hak dimuka hukum, dan hambatan dan upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang secara bersama-sama yaitu kurangnya alat bukti, dan penyidik yang pendidikan formalnya tamatan sekolah menangah atas. Sedangkan upaya yang dilakukan adalah terus memaksimalkan SDM penyidik, dan mengembangkan teknik-teknik penyidikan.
Disarankan kepadad aparat penegak hukum agar terus memaksimalkan kewenangannya untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat, dan kepada penyidik agar terus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sehingga mengembangkan teknik-teknik penyidikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: 1. Airi Safrijal, S.H, M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Pidana Penganiayaan, Hukum Pidana |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 2 |
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:15 |
| Last Modified: | 07 May 2026 03:22 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/515 |
