Analisis Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Indonesia

Yossi Ismardiani, 1907210036 (2025) Analisis Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Indonesia. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of yossi ismardiani_1907210036_TESIS OKE (1).pdf] Text
yossi ismardiani_1907210036_TESIS OKE (1).pdf

Download (21MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (185kB)

Abstract

Saat ini Indonesia menempati posisi ke lima, Sekitar 23 juta juta atau 30,8% anak
Indonesia mengidap stunting. Anak-anak yang mengidap stunting dapat mengalami
gangguan pada perkembangan otak, fisik, metabolisme dan kecerdasan sehingga
menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satu faktor stunting
disebabkan oleh gizi buruk dan tidak adanya air bersih dan sanitasi buruk. Oleh sebab itu
peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan faktor kesehatan lingkungan dengan
kejadian stunting di Indonesia.
Penelitian dilakukan dengan mengambil data di buku laporan profil kesehatan
Indonesia yang bersifat deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional dengan
pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengambil data disetiap provinsi yang
ada di Indonesia yaitu sebanyak 34 provinsi. Kemudian, data dianalisis dengan analisis
univariat, bivariat menggunakan uji regresi linier dengan melakukan 3 model yaitu melihat
hubungan tanpa dikontrol variabel lain, dikontrol oleh tahun dan provinsi, serta dikontrol
oleh tahun, provinsi, kemiskinan, IPM dan multivariat dengan uji regresi liner.
Hasil penelitian dengan analisis univariat didapatkan persentasi angka stunting di
Indonesia selama 6 tahun terakhir mengalami penurunan dari 22.76% (2015) menjadi
12.70% (2020). Provinsi NTT menjadi provinsi dengan persentasi stunting paling tinggi di
Indonesia. Hasil uji bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan stunting adalah
air minum layak (p value 0.000), STBM (p value 0.007), sanitasi layak (p value 0.000), TPM
yang memenuhi syarat (p value 0.000), kemiskinan (p value 0.002), rumah layak huni (p
value 0.000), dan IPM (p value 0.000). Hasil bivariat dengan mengontrol tahun dan provinsi
didapatkan yang berhubungan yaitu air minum layak, sanitasi layak, TPM yang memenuhi
syarat, kemiskinan, dan IPM dengan nilai p value <0.05. Dilakukan uji bivariat ketiga dengan
mengontrol tahun, provinsi, kemiskinan dan IPM didapatkan variabel yang berhubungan
yaitu air minum layak, TPM yang memenuhi syarat, dan rumah layak huni dengan nilai p
value <0.05. Air yang dilakukan pengawasan mendapat presentasi paling tinggi yang
mempengaruhi variasi angka stunting antar provinsi di Indonesia sebesar 21.08%.
Kemudian, hasil uji multivariat model akhir variabel yang berhubungan yaitu air minum
layak (p value 0.009), rumah layak huni (p value 0.000) dan IPM (p value 0.001), ketiga
variabel tersebut mempengaruhi variasi angka stunting sebesar 34.25%.
Kejadian stunting dapat disebabkan oleh sanitasi yang buruk dan air minum yang
tidak layak dikonsumsi, maka untuk menghindari hal tersebut perlu diperhatikannya
kebersihan lingkungan dan juga melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: 1. Fahmi Ichwansyah, S.Kep, MPH, PhD 2. Dr.Aripin Ahmad, MKS.Kes
Uncontrolled Keywords: Stunting, Air Minum Layak, Sanitasi Layak, Regresi Linier, Faktor Lingkungan Kesehatan
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi
Divisions: PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository .
Date Deposited: 05 May 2026 04:46
Last Modified: 05 May 2026 04:46
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/472

Actions (login required)

View Item
View Item