Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting dan Wasting pada Baduta Selama Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pidie Jaya

Maghfirah, 2007210028 (2022) Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting dan Wasting pada Baduta Selama Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pidie Jaya. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of THESIS MAGHFIRAH.pdf] Text
THESIS MAGHFIRAH.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB)

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan yang mana anak mengalami kegagalan dalam
proses tumbuh kembang sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek dari pada usia
seharusnya. Sedangkan Wasting adalah bentuk kekurangan gizi yang mencerminkan berat
badan anak terlalu kurus menurut tinggi badannya. Pada tahun 2019 prevalensi kasus Stunting
yang terjadi di dunia adalah 21,3% dan prevalensi kasus Wasting sebesar 6,9%. Situasi
pandemi menyebabkan terjadinya gangguan layanan gizi terutama di fasilitas pelayanan
kesehatan dan posyandu karena adanya pembatasan mobilitas masyrakat. UNICEF menyatakan
bahwa pandemic Covid-19 menyebabkan peningkatan jumlah anak-anak yang mengalami
masalah gizi di Indonesia.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crossectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh baduta yang berada di wilayah kerja Dinas Kesehatan dan KB
Kabupaten Pidie Jaya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan
wawancara, data di analisis secara univariat , bivariat dan Multivariat dengan uji statistik
menggunakan Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok umur responden adalah 0-2 tahun, beberapa
berdasarkan hasil analisis bivariate diketahui variable yang berhubungan dengan kejadian
Stunting adalah BBLR (P= 0,016), ASI Eksklusif (P= 0,001), riwayat imunisasi (P= 0,030), penyakit
infeksi (P= 0,014), komplikasi kehamilan (P= 0,024) dan pengetahuan ibu (P= 0,010). Sedangkan
variable yang berhubungan dengan kejadian Wasting adalah ANC (P= 0,001), BBLR (P= 0,030),
ASI Eksklusif (P= 0,025), MPASI (P= 0,017), pengetahuan ibu (P= 0,021) dan sanitasi lingkungan
(P= 0,002). Analisis Multivariat menunjukan faktor risiko paling dominan terhadap kejadian
Stunting adalah ASI Eksklusif (OR= 9,37; 95%CI: 2,14-40,86; p=0.003); faktor risiko paling
dominan terhadap kejadian Wasting adalah Sanitasi Lingkungan (OR= 16,44; 95%CI: 3,68-73,47;
p=0,000) dan Kunjungan ANC (OR= 15,60; 95%CI: 3,37-72,07; p=0,000) dan faktor risiko paling
dominan terhadap kejadian Stunting plus Wasting adalah Sanitasi Lingkungan (OR= 3,86;
95%CI: 1,39-10,75; p=0.009).
Bagi Pengelola Program Gizi untuk dapat meningkatkan kembali penyuluhan tentang
pentingnya status gizi dan tingkat asupan zat gizi kepada masyarakat terutama setelah pandemi
berakhir, supaya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan gizi
khususnya gizi anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Aripin Ahmad, M.Kes 2. Meutia Zahara, MSc, PhD
Uncontrolled Keywords: Faktor Risiko, Stunting, Wasting, crossectional, ASI Eksklusif, penyakit infeks
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Epidemiologi
Divisions: PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Repository .
Date Deposited: 05 May 2026 04:22
Last Modified: 05 May 2026 04:22
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/469

Actions (login required)

View Item
View Item