Zulianda, 1803120001 (2021) Merancang Jadwal Tanam Berdasarkan Debit Andalan Dan Kebutuhan Air (Studi Kasus Daerah Irigasi Paya Nie Kabupaten Bireuen). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
PDF GABUNGAN.pdf
Download (3MB)
FORM B.pdf
Download (395kB)
Abstract
Air merupakan salah satu faktor penentu dalam proses produksi pertanian.
Terganggunya salah satu aspek dalam pemberian air disawah akan mempengaruhi
kinerja sistem yang ada. Daerah Irigasi Paya Nie terletak di Desa Tanjung Siron
Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen berfungsi sebagai kawasan serapan air
yang dikelilingi oleh 7 desa, diantaranya Desa Blang Me, Paloh Peuradi, Tanjong
Siron, Paloh Raya, Buket Dalam, Glee Putoh dan Kulu Kuta dan daerah irigasi ini
juga memiliki luas baku 3.121 Ha. Beberapa permasalahan pada penelitian ini
yaitu belum adanya informasi terkait seberapa besar debit, ketersediaan air dan
terjadi pendagkalan sehinga debit air berkurang sehingga terancam kekeringan
dan hasil panen yang dikhawatirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui ketersediaan air, debit andalan dan kebutuhan air irigasi yang dapat
dialiri untuk setiap musim tanam. Penelitian ini juga bermanfaat untuk
mengetahui debit andalan dan kebutuhan air yang maksimal agar tercapainya pola
tanam yang efisien bagi petani sekitar guna memperoleh keuntungan. Ruang
lingkup yang dibahas pada penelitian ini meliputi perhitungan analisa hidrologi
antara lain evapotranspirasi potensial menggunakan Metode Penman Modifikasi
berdasarkan data klimatologi. Perhitungan ketersediaan air dan debit andalan
menggunakan perhitungan Metode Mock. Hasil perhitungan diperoleh nilai
evapotranspirasi potensial berkisar 110,33 mm/bulan sampai dengan 180,71
mm/bulan. Besarnya debit andalan dengan menggunakan Metode Mock berkisar
0,018 m3
/detik sampai dengan 0,380 m3
/detik dan curah hujan efektif berkisar
antara 1,36 – 4,42 mm/hari. Besarnya kebutuhan air disawah selama 5 tahun
belakangan untuk setiap awal masa tanam berkisar 1,24 lt/dtk/ha sampai dengan
1,37 lt/dtk/ha dan kebutuhan pengambilan berkisar dari 1,98 lt/dtk/ha sampai
dengan 2,19 lt/dtk/ha. Apabila terjadi kekurangan air karena debit yang tersedia
tidak dapat melayani areal yang direncanakan, maka untuk bulan-bulan yang
kekurangan air disarankan untuk untuk dilakukan sistem rotasi atau bergiliran
agar petani setempat memperoleh keuntungan dan hasil yang efesien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Yulia, S.T., M.T., IPM |
| Uncontrolled Keywords: | Irigasi, ketersediaan air, kebutuhan air, debit andalan |
| Subjects: | 600 Teknik > 620 Teknik Sipil |
| Divisions: | FAKULTAS TEKNIK > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Repository 1 |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:51 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:51 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3935 |
