Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Knee Stiffness Post Patella Dislokasi Disertai Cedera Acl Di Rumah Sakit TK. II dr. Soedjono Magelang

Ayu Zatil Busyra, 2208010003 (2026) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Knee Stiffness Post Patella Dislokasi Disertai Cedera Acl Di Rumah Sakit TK. II dr. Soedjono Magelang. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of kti ayu kti 2026 (MEGA FOTO)  ronde 2.pdf] Text
kti ayu kti 2026 (MEGA FOTO) ronde 2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of FORM B (3).pdf] Text
FORM B (3).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (333kB)

Abstract

Latar belakang : Penelitian ini mengkaji penatalaksanaan fisioterapi pada kasus knee stiffness pasca dislokasi patella yang disertai cedera Ligamen Cruciatum Anterior (ACL) di Rumah Sakit Tk. II dr. Soedjono Magelang. Magelang Knee stiffness pasca dislokasi patella disertai cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dapat menyebabkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), penurunan kekuatan otot, dan gangguan aktivitas fungsional. Rumusan Masalah : Apakah pemberian IR dan TENS dapat mengurangi nyeri, meningkatkan LGS, dan meningkatkan kekuatan otot pada pasien knee stiffness pasca dislokasi patella disertai cedera ACL?. Tujuan : Temuan menunjukkan bahwa kombinasi kedua modalitas tersebut signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi lutut, serta memperbaiki kekuatan otot paha dan betis. Meskipun terjadi perbaikan, keterbatasan gerak ekstensi masih ditemukan, sehingga diperlukan kelanjutan latihan mandiri dan pemantauan berkala Metode : Penelitian ini Menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif, penelitian ini melibatkan satu orang pasien berusia 13 tahun yang mengalami nyeri, keterbatasan gerak, dan penurunan kekuatan otot lutut setelah menjalani penanganan medis. Melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pengukuran menggunakan Skala Numerik Nyeri (NRS), Goniometer, dan Pengujian (Kekuatan Otot Manual MMT), intervensi berupa modalitas Infrared (IR) dan Hasil : Setelah dilakukan enam kali terapi menggunakan Infrared (IR) dan TENS, terjadi penurunan nyeri, peningkatan ROM, dan peningkatan kekuatan otot. Nyeri tekan menurun dari 5 menjadi 4 , nyeri gerak dari 6 menjadi 4 , ROM fleksi knee meningkat dari 100° menjadi 130°, serta kekuatan otot quadriceps dan hamstring meningkat dari nilai 3 menjadi 4. Stimulasi Saraf Listrik Transkutan (TENS) diberikan sebanyak enam kali sesi terapi. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa penatalaksanaan fisioterapi menggunakan Infrared dan TENS efektif dalam mempercepat pemulihan fungsi lutut dan meningkatkan kemampuan aktivitas sehari-hari pasien. Diperlukan peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga untuk menjaga hasil terapi serta mencegah kekakuan sendi yang lebih lanjut.

Kata Kunci : Knee stiffness, dislokasi patella, cedera ACL,

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Pembimbing: 1. Ftr. Amelia Fadlina,S.Fis,M.K.M.
Uncontrolled Keywords: Knee stiffness, dislokasi patella, cedera ACL,
Subjects: 612.7 Fisioterapi
Divisions: FAKULTAS VOKASI > Fisioterapi
Depositing User: Ayu Ayu
Date Deposited: 23 Sep 2026 03:57
Last Modified: 23 Sep 2026 03:57
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3914

Actions (login required)

View Item
View Item