Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Fraktur Ulna Pasca Operasi Stadium Kronis Di Rsud Meuraxa Kota Banda Aceh

Annisa Ramadhani, 2308010005 (2026) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Fraktur Ulna Pasca Operasi Stadium Kronis Di Rsud Meuraxa Kota Banda Aceh. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of KTI - ANNISA RAMADHANI (1).pdf] Text
KTI - ANNISA RAMADHANI (1).pdf

Download (6MB)
[thumbnail of FORM B (1).pdf] Text
FORM B (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (385kB)

Abstract

Latar belakang: Fraktur ulna pasca operasi stadium kronis dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, kelemahan otot, dan gangguan kemampuan fungsional ekstremitas atas. Penatalaksanaan fisioterapi diperlukan untuk membantu mengurangi keluhan dan mengembalikan fungsi pasien. Ultrasound (US) merupakan modalitas yang digunakan untuk membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan elastisitas jaringan lunak, sedangkan terapi latihan digunakan untuk meningkatkan lingkup gerak sendi, kekuatan otot, dan kemampuan fungsional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu orang pasien berusia 23 tahun dengan diagnosis fraktur ulna pasca operasi stadium kronis. Intervensi yang diberikan berupa Ultrasound dan terapi latihan. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Visual Analog Scale (VAS), goniometer, Manual Muscle Testing (MMT), dan Mayo Elbow Performance Score Indonesia (MEPS-INA). Intervensi dilakukan selama enam kali terapi. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dengan modalitas Ultrasound dan terapi latihan pada kasus fraktur ulna pasca operasi stadium kronis serta mengetahui perubahan nyeri, lingkup gerak sendi, kekuatan otot, dan kemampuan fungsional pasien. Hasil: Setelah dilakukan enam kali terapi, nyeri diam tetap pada skor 0, nyeri tekan menurun dari skor 4 menjadi 2, dan nyeri gerak menurun dari skor 6 menjadi 3. Lingkup gerak sendi juga mengalami peningkatan, yaitu fleksi siku dari 110° menjadi 130°, pronasi dari 55° menjadi 80°, dan supinasi dari 45° menjadi 70°. Kekuatan otot menunjukkan peningkatan pada kelompok fleksor dari nilai MMT 2 menjadi 4, ekstensor dari 3 menjadi 5, pronator dari 3 menjadi 5, dan supinator dari 3 menjadi 4. Kemampuan fungsional berdasarkan MEPS-INA meningkat dari skor 55/100 (55%) dengan interpretasi kurang (poor) menjadi 80/100 (80%) dengan interpretasi baik (good). Kesimpulan: Pemberian Ultrasound dan terapi latihan pada kasus fraktur ulna pasca operasi stadium kronis menunjukkan hasil yang baik dalam mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan kekuatan otot, serta meningkatkan kemampuan fungsional pasien. Kombinasi kedua intervensi tersebut dapat menjadi salah satu pilihan penatalaksanaan fisioterapi untuk mendukung pemulihan fungsi ekstremitas atas.

Kata kunci: Fraktur ulna, nyeri, kemampuan fungsional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Pembimbing : 1. Sri Alna Mutia, S.Ftr.m., M.K.M
Uncontrolled Keywords: Fraktur ulna, nyeri, kemampuan fungsional.
Subjects: 612.7 Fisioterapi
Divisions: FAKULTAS VOKASI > Fisioterapi
Depositing User: Tri Tri
Date Deposited: 23 Sep 2026 03:46
Last Modified: 23 Sep 2026 03:46
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3909

Actions (login required)

View Item
View Item