Determinan Kematian Perinatal Di Indonesia: Data Survei Kesehatan Indonesia (Ski) 2023

Viranika Maudi, 2407210013 (2026) Determinan Kematian Perinatal Di Indonesia: Data Survei Kesehatan Indonesia (Ski) 2023. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of Form Publikasi] Text (Form Publikasi)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (661kB)
[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
SKRIPSI LATHIFAH ZAHRA.pdf

Download (13MB)

Abstract

Kematian perinatal masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional dengan kontribusi besar terhadap kematian bayi di Indonesia. Berbagai faktor seperti status gizi ibu, akses layanan kesehatan, dan kondisi sosial-ekonomi diduga berperan, namun bukti empiris berbasis data nasional masih terbatas.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 pada 70.526 ibu melahirkan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik).
Hasil: Sebanyak 397 kasus kematian perinatal (0,56%) tercatat dari total kelahiran. Analisis multivariat menunjukkan bahwa bayi kembar memiliki risiko 5 kali lebih tinggi mengalami kematian perinatal (OR=5; 95% CI: 3,24–8,58; p=0,000). Pemeriksaan kehamilan oleh bukan tenaga kesehatan meningkatkan risiko 2 kali lipat (OR=2; 95% CI: 1,57–3,14; p=0,000). Status ekonomi keluarga tidak mampu juga berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko (OR=1; 95% CI: 1,05–1,72; p=0,018), sementara dukungan keluarga berperan sebagai faktor protektif (OR=0,74; 95% CI: 0,56–0,98; p=0,042). Kemudian kematian perinatal lebih banyak terjadi di wilayah urban dibandingkan rural dan berbeda bermakna (OR=0,78; 95% CI: 0,64–0,96; p=0,016). Perbedaan wilayah juga terlihat pada pemeriksaan kehamilan, akses layanan kesehatan, status ekonomi, dukungan keluarga, pekerjaan, dan pendidikan ibu.
Kesimpulan: Determinan kematian perinatal di Indonesia meliputi kehamilan kembar, pemeriksaan kehamilan oleh bukan tenaga kesehatan, dan status ekonomi keluarga tidak mampu, sementara dukungan keluarga berperan sebagai faktor protektif. Terdapat perbedaan determinan antara wilayah urban dan rural yang mencerminkan kesenjangan akses dan kondisi sosial ekonomi.
Saran: Intervensi kesehatan perinatal perlu difokuskan pada pemantauan intensif kehamilan kembar, peningkatan kualitas pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan terlatih, serta pendekatan berbasis dukungan sosial ekonomi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing : 1. Meutia Zahara, M. Sc, Ph.D 2. Dr. Farrah Fahdhienie, SKM, MPH
Uncontrolled Keywords: Kematian perinatal, bayi kembar, pemeriksaan kehamilan, ekonomi keluarga, dukungan keluarga, wilayah urban dan rural, SKI 2023
Subjects: 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 613.2 Gizi
Divisions: PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat
Depositing User: VIRANIKA MAUDI 2407210013
Date Deposited: 02 May 2026 04:21
Last Modified: 02 May 2026 04:21
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/381

Actions (login required)

View Item
View Item