Tanggung Jawab Pelaku Usaha (Dealer) Terhadap Wanprestasi Dalam Perjanjian Jual Beli Sepeda Motor Secara Indent (Studi Kasus Pada PT. ALFA SCORPII Banda Aceh)

Hardi Setiawan, 2001110031 (2024) Tanggung Jawab Pelaku Usaha (Dealer) Terhadap Wanprestasi Dalam Perjanjian Jual Beli Sepeda Motor Secara Indent (Studi Kasus Pada PT. ALFA SCORPII Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI HARDI SETIAWAN.pdf] Text
SKRIPSI HARDI SETIAWAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (267kB)

Abstract

Menurut Pasal 1457 KUHPerdata, Jual beli adalah suatu perjanjian, dimana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu benda dan pihak lain untuk membayar harga benda yang telah diperjanjikan. Biasanya sebelum tercapai kesepakatan, didahului dengan perbuatan tawar-menawar, yang berfungsi sebagai penentu sejak kapan terjadi persetujuan tetap. Sejak terjadinya persetujuan tetap, maka perjanjian jual beli tersebut baru dinyatakan sah dan mengikat sehingga wajib diaksanakan oleh penjual dan pembeli. Dalam kenyataannya pelaku usaha sering tidak memenuhi jual beli yang di janjikan.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan isi dan bentuk perjanjian jual beli sepeda motor secara indent di PT. ALFA SCORPII Banda Aceh, Untuk menjelaskan tanggung jawab pelaku usaha apabila terjadi wanprestasi dalam pelaksanaan jual beli sepeda motor secara indent di PT. ALFA SCORPII Banda Aceh, Untuk menjelaskan penyelesaian sengketa dalam hal terjadi wanprestasi dalam perjanjian jual beli secara indent.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris yang dilakukan dengan meneliti secara langsung di lokasi penelitian untuk mengetahui penerapan undang-undang yang berkaitan dengan penegakan hukum melalui wawancara dengan responden yang dianggap dapat memberi informasi mengenai permasalahan penelitian serta dengan melakukan pengamatan langsung (observasi).
Hasil penelitian menyatakan bahwa pihak dealer melakukan perjanjian jual beli secara indent melalui perjanjian lisan. Pelaku usaha sering tidak memenuhi jangka waktu yang telah diberikan. PT. ALFA SCORPII Banda Aceh melakukan penyelesaian sengketa secara baik-baik dan mengutamakan musyawarah terlebih dahulu apabila terjadi wanprestasi dalam penjualan sepeda motor terhadap konsumen.
Disarankan kepada pihak PT. ALFA SCORPII Banda Aceh dan pihak konsumen agar melakukan perjanjian secara tertulis untuk dapat menafsirkan lebih rinci lagi maksud-maksud para pihak dalam perjanjian, Disarankan kepada pihak PT. ALFA SCORPII Banda Aceh agar tidak hanya memberikan estimasi waktu saja, akan tetapi memberikan kepastian waktu yang jelas seperti tanggal datangnya unit indent agar membuat konsumen tahu dengan pasti kapan unit indent akan datang. Disarankan kepada pihak PT. ALFA SCORPII Banda Aceh supaya memberikan jaminan kepastian kepada konsumen untuk megurangi risiko keterlambatan dan kesalahan dalam penngiriman serta kualitas barang (tidak terjadi kerusakan) saat perjalanan menuju Banda Aceh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Yusri Z Abidin, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Tanggung Jawab Pelaku Usaha, Wanprestasi, Perjanjian Jual Beli
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 18 Sep 2026 04:40
Last Modified: 18 Sep 2026 04:40
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3787

Actions (login required)

View Item
View Item