Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Cervicalgia Dengan Modalitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Micro Wave Diathermy Dan Stretching Di Rsud Meuraxa Kota Banda Aceh

Nailul Muna, 2208010002 (2025) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Cervicalgia Dengan Modalitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Micro Wave Diathermy Dan Stretching Di Rsud Meuraxa Kota Banda Aceh. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (257kB)
[thumbnail of SKRIPSI NAILUL.pdf] Text
SKRIPSI NAILUL.pdf

Download (9MB)

Abstract

Cervicalgia atau nyeri leher adalah kondisi umum terjadi dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk cedera, atau postur tubuh yang buruk,
dengan rasa nyeri sebagai gejala utamanya, gejala yang ditimbulkan berupa: nyeri
di leher, kekakuan dan spasme dileher dan otot bahu, kesulitan bergerak di leher,
kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan mengganggu aktifitas
sehari-hari. Pentalaksanaan fisioterapi pada kasus cervicalgia melibatkan beberapa
modalitas, antara lain TENS, MWD, dan stretching. TENS adalah modalitas yang
menggunakan arus listrik untuk merangsang saraf dan mengurangi nyeri. MWD
merupakan terapi yang menggunakan gelombang mikro untuk meningkatkan suhu
jaringan yang lebih dalam. Stretching adalah teknik yang digunakan untuk
meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi kekakuan otot. Metodelogi: Studi
menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan pasien cervicalgia yang
memenuhi kriteria inklusi. Pasien diberikan terapi TENS, MWD, dan stretching
selama 6sesi. Pengukiuran nyeri dan fungsi leher dilakukan sebelum dan setelah
intervensi. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas penatalaksanaan fisioterapi
menggunakan TENS, MWD, dan stretching dalam penanganan kasus cervicalgia.
Hasil: Setelah dilakukan terapi enam kali sesi terapi. Hasil evaluasi menunjukkan
bahwa penatalaksanaan fisioterapi menggunakan kombinasi TENS, MWD, dan
stretching memberikan hasil yang signifikan terdapat penurunan tingkat nyeri yaitu
nyeri tekan dari skor 1 menjadi 0, nyeri gerak dari skor 3 menjadi 2 pada pasien
cervicalgia, dan meningkatkan fungsi leher dengan skor sebelum terapi 37 dan 36
sesudah terapi pada pasien cervicalgia sehingga dapat meningkatkan gerak serta
meningkatkan kualitas hidup pasien dengan skor sebelum terapi 25, dan setelah
terapi dengan skor 20. Kesimpulan: penatalaksanaan fisioterapi dengan kombinasi
TENS, MWD dan stretching terbukti efektif dalam mengurangi nyeri (baik nyeri
tekan, nyeri gerak) meningkatkan lingkup gerak sendi dan fungsi leher serta
menunjang kualitas hidup pasien dengan cervicalgia. Oleh karena itu, kombinasi
modalitas ini dapat menjadi pilihan terapi yang tepat dalam penanganan pasien
cervicalgia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Ftr. Fithriany, S.E., S.ST., M.K.M
Uncontrolled Keywords: Cervicalgia, gangguan gerak dan fungsi penatalaksaan Fisioterapi.
Subjects: 612.7 Fisioterapi
Divisions: FAKULTAS VOKASI > Fisioterapi
Depositing User: Repository 3
Date Deposited: 16 Sep 2026 09:10
Last Modified: 16 Sep 2026 09:10
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3717

Actions (login required)

View Item
View Item