Analisis Putusan Mahkamah Syar’iyah Meureudu Nomor 13/Pdt.G/2020/MS.Mrd Tentang Homoseksual Sebagai Alasan Perceraian

Mouhajir, 1901110076 (2023) Analisis Putusan Mahkamah Syar’iyah Meureudu Nomor 13/Pdt.G/2020/MS.Mrd Tentang Homoseksual Sebagai Alasan Perceraian. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of PDF GABUNGAN.pdf] Text
PDF GABUNGAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (992kB)

Abstract

Pasal 19 huruf e Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perceraian dapat terjadi karena alasan yaitu salah-satunya bahwa : “ Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri”.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan Penggugat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat, untuk menjelaskan dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara homoseksual sebagai alasan perceraian, serta untuk menjelaskan pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 13/Pdt.G/2020/Ms.Mrd sesuai dengan Peraturan Perundang-Undang.
Metode penelitian dalam penulisan ini yaitu penelitian yuridis empiris yang dilakukan pendekatan melalui penelitian lapangan (field research) dan kepustakaan (library research). Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informen dan penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku, literatur dan peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penggugat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat karena Penggugat mendapatkan perlakuan yang kasar, tidak mendapatkan nafkah secara lahir dan batin, Tergugat sama sekali tidak tertarik dan menyukai wanita , menuduh penggugat tidak perawan, Tergugat menyukai sesama jenis dan Penggugat tidak ingin dibawa berobat. Dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara homoseksual sebagai alasan perceraian berdasarkan keterangan Penggugat dan dikuatkan dengan bukti tertulis serta keterangan dua seorang Saksi yang diajukan oleh Penggugat serta hakim juga mempertimbangkan Penggugat sudah merasa sangat menderita lahir dan batin (trauma). Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 13/Pdt.G/2020/Ms.Mrd belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan hal ini dibuktikan berdasarkan fakta dalam persidangan dimana Penggugat untuk mendukung dalil gugatannya di persidangan telah mengajukan 2 (dua) orang Saksi di bawah sumpahnya maka dan diperoleh keterangan bahwa antara Penggugat dengan Tergugat belum melakukan hubungan suami dan isteri namun dalam Putusan Nomor 13/Pdt.G/2020/Ms.Mrd menyatakan bahwa antara Penggugat dan Tergugat terus hidup bersama sebagaimana layaknya layaknya suami isteri ba’daddukhul dan belum mempunyai anak.
Diharapkan kepada calon suami atau isteri dalam memilih pasangan agar saling mengenal satu sama lain dan mengikutsertakan peran orang tua dalam memilih pasangan, Diharapkan kepada suami dan isteri agar memahami secara benar, tujuan dan hikmah perkawinan yang mereka jalani sehingga hak dan kewajiban suami isteri terpenuhi. Diharapkan kepada Pemerintah agar mensosialisasikan terhadap homoseksual dalam masyarakat ditingkatkan mulai dari Sekolah Dasar sampai jenjang Perguruan Tinggi bahkan dalam kuliah keagamaan bahwa perbuatan tersebut merupakan hal yang sangat dilarang oleh Allah SWT karena aka n membahayakan kesehatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Nurhafni, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Putusan Nomor 13/Pdt.G/2020/MS.Mrd, Homoseksual, Perceraian
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 14 Sep 2026 08:15
Last Modified: 14 Sep 2026 08:15
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3532

Actions (login required)

View Item
View Item