Studi Kasus Terhadap Putusan Nomor43/Pid.Sus./2022/Pn.Bna Tentang Penyalahgunaan Narkotika Bagi Diri Sendiri

Dicky Wira Pradana, 1801110002 (2024) Studi Kasus Terhadap Putusan Nomor43/Pid.Sus./2022/Pn.Bna Tentang Penyalahgunaan Narkotika Bagi Diri Sendiri. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf] Text
SKRIPSI.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Dalam Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nonor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang disebutkan bahwa : “setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman, dipidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800.000.000.00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.8.000.000.000.00(delapan miliar rupiah)”, namun putusan Nomor 43/pid.sus/2022/PN.Bna dalam persidangan tidak sesuai dengan fakta di persidangan dan Hakim menjatuhkan pidana dengan sekedar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan putusan hakim yang tidak sesuai dengan fakta di pengadilan dan alasan hakim menjatuhkan terdawa dengan dakwaan subsidair.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian bersifat yuridis normatif, dengan pendekatan studi kasus terhadap putusan penggadilan dengan membaca, mengutip, menelaah perundang-undangan yang berkaitan dengan objek penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam putusan nomor 43/pid.sus/2022/PN.BNA yang tidak sesuai dengan fakta di persidangan adalah hakim memfonis Terdakwa Eddy Mulyadi hanyalah dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan yang mana ancaman maksimal dalam Pasal tersebut yaitu 4 tahun. Hukuman penjara yang cukup singkat ini tidak bisa membuat efek jera terhadap para penggunanya, dibandingkan dengan dijatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan seharusnya Terdakwa Eddy Mulyadi di rehabilitasi, hal ini agar menghilangkan efek adikasi dari zat narkotika tersebut sesuai dengan SEMA Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahgunaan, korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkotika Kedalam Lembaga Rehabilitasi Sosial, harulah majelis hakim mempertimbangkan rehabilitasi sesuai dengan SEMA tersebut, dan Hakim memfonis terdakwa menggunakan dakwaan subsidair dibandingkan primair dalam putusan hakim maka otomatis hukuman yang akan diterima oleh terdakwa akan menjadi lebih ringan, hal ini dikarenakan dakwaan subsidair rendah. Selain itu dalam putusan ini Terdakwa juga tidak ada menghadirkan saksi a change atau saksi yang meringankan, maka disini hakim telah keliru dalam menetapkan dakwaan yang semstinya.
Disarankan kepada majelis hakim agar lebih memperhatikan putusan terhadap Terdakwa agar bisa memberi efek jera kepada pelaku pemakaian Norkotika. kepada para pengguna Narkotika untuk lebih memahami dampak buruk dari penggunaan Narkotika secara ilegal dan juga pemerintah lebih giat melakukan sosialisasi terkait dampat negatif dari Narkotika.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Mukhlis, S.H.,M.Hum
Uncontrolled Keywords: Putusan Nomor43/Pid.Sus./2022/Pn.Bna, Penyalahgunaan Narkotika
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 14 Sep 2026 05:01
Last Modified: 14 Sep 2026 05:01
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3500

Actions (login required)

View Item
View Item