M. Dian, 2001110089 (2024) Penyelesaian Wanprestasi Dalam Perjanjian Gadai Emas (Studi Penelitian Di PT. Pegadaian Syariah Banda Aceh. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI M. DIAN.pdf
Download (1MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (403kB)
Abstract
1150 Kitab Undang Undang Hukum Perdata menyebutkan bahwa Gadai adalah suatu hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh kreditur, atau oleh kuasanya, sebagai jaminan atas utangnya, dan yang memberi wewenang kepada kreditur untuk mengambil pelunasan piutangnya dan barang itu dengan mendahalui kreditur-kreditur lain dengan pengecualian biaya penjualan sebagai pelaksanaan putusan atas tuntutan mengenai pemilikan atau penguasaan, dan biaya penyelamatan barang itu, yang dikeluarkan setelah barang itu sebagai gadai dan yang harus didahulukan. Selama akad gadai emas (rahn) tersebut berjalan, namun nasabah terlambat atau tidak mengembalikan pinjaman.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bentuk wanprestasi dan faktor yang menyebabkan debitur melakukan wanprestasi, serta upaya penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian gadai emas di PT. Pegadaian Syariah Kota Banda Aceh.
Metode penelitian dalam penulisan ini digunakan metode yuridis empiris, data penelitian diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) dengan mewawancarai langsung responden dan informan dan penelitian kepustakaan (library research) mengkaji buku-buku dan peraturan Perundang-Undangan.
Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bentuk-bentuk wanprestasi yang dilakukan oleh nasabah, yaitu tidak mengembalikan pinjaman sama sekali, dan terlambat dalam mengembalikan pinjaman. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi dalam perjanjian gadai emas tersebut meliputi faktor eksternal, yaitu faktor force majeur, dan faktor internal, yaitu faktor keuangan, dan unsur kesengajaan. Adapun mekanisme penyelesaian wanprestasi yang dilakukan oleh pihak Unit Pegadaian Syariah Beurawe dengan menggunakan tiga mekanisme, yaitu: 1) memperpanjang masa jatuh tempo 2) mengalihkan ke produk lain dan 3) menjual barang gadai secara lelang.
Guna untuk menghindari terjadinya tindakan wanprestasi dalam perjanjian pinjaman, diharapkan kepada pihak pegadaian untuk lebih memahami kriteria nasabah yang membutuhkan pembiayaan Rahn agar kemungkinan untuk terjadinya wanprestasi dapat diminimalisir. Diharapkan bagi nasabah untuk melunasi pembiayaan yang telah diberikan oleh pihak pegadaian agar tidak terjadinya kerugian bagi kedua belah pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. H. Fadhlullah, S.H., M.S. |
| Uncontrolled Keywords: | Wanprestasi Dalam Perjanjian Gadai Emas, PT. Pegadaian Syariah Banda Aceh |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 2 |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 03:43 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 03:43 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3480 |
