Said Mustafa, 1901110121 (2024) Pelaksanaan Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Persetubuhan Yang Dilakukan Oleh Ayah Tiri Terhadap Anak (Suatu Penelitian di Polres Pidie). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
SKRIPSI SAID MUSTAFA.pdf
Download (862kB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
Abstract
Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana menyebutkan bahwa “Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya”.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana persetubuhan anak yang dilakukan oleh ayah tirinya. Untuk menjelaskan hambatan dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya. Untuk menjelaskan upaya yang dilakukan penyidik untuk memudahkan proses pembuktian terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya.
Metode penelitian dalam penulisan ini yaitu penelitian yuridis empiris yang dilakukan pendekatan melalui penelitian lapangan (field research) dan kepustakaan (library research). Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan dan penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku, literatur dan peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana persetubuhan anak yang dilakukan oleh ayah tirinya bahwa untuk kasus persetubuhan terdapat kesulitan jika korban terlambat melaporkan karena hasil pemeriksaan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya, misalnya luka pada tubuh dan genitalia eksterna telah sembuh, sel mani dalam liang senggama negatif dan sebagainya.Hambatan dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya yaitu lemahnya kesehatan mental korban, tidak adanya saksi yang melihat langsung kejadian tersebut dan terlambat melakukan Visum et Refertum. Upaya yang dilakukan penyidik untuk memudahkan proses pembuktian terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya dengan menghadirkan psikiater untuk korban serta peran orang tua dan lingkungan anak untuk menyembuhkan trauma anak dan melakukan sosialisasi kepada Masyarakat.
Disarankan kepada Polres Pidie untuk berperan lebih aktif dalam mencegah atau memberantas kasus persetubuhan terutama dari pemerintah dan dinas sosial. Kepada orangtua untuk terus mengawasi anaknya. Kepada Masyarakat agar berperan penting dalam fungsi pengawasan terhadap tindak kejahatan yang terjadi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Nurhafifah S.H M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Tindak Pidana Persetubuhan, Ayah Tiri Terhadap Anak, Polres Pidie |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 2 |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 03:23 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 03:23 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3474 |
