Cut Dita Afrilia Mutia, 1801110058 (2024) Analisis Hukum Pemenuhan Kewajiban Suami Terhadap Isteri Akibat Tingginya Cerai Gugat Di Mahkamah Syar’iyah Aceh Besar. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
Skripsi Cut Dita Afrilia Mutia.pdf
Download (3MB)
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
Abstract
Ketentuan mengenai kewajiban suami terhadap isteri diatur dalam Pasal 107 KUH Perdata yaitu ”Setiap suami wajib menerima isterinya di rumah yang ditempatinya. Dia wajib melindungi isterinya, dan memberinya apa saja yang perlu, sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya” Namun, dalam kenyataannya masih banyak ditemukan lalainya seorang suami dalam menjalankan tanggung jawab serta kewajibannya terhadap istri sehingga menyebabkan terjadinya cerai gugat yang dilakukan oleh istri.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyebab terjadinya peningkatan cerai gugat di Mahkamah Syar’Iyah Aceh Besar, untuk menjelaskan pemenuhan kewajiban suami terhadap istri yang seharusnya agar perceraian tidak terjadi, dan untuk menjelaskan peran Hakim Mahkamah Syar’Iyah dalam melakukan mediasi terhadap gugatan cerai gugat di Mahkamah Syar’Iyah Aceh Besar.
Metode penelitian dalam penulisan ini yaitu penelitian yuridis empiris melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informen dan penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku, literatur dan Peraturan Perundang-Undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya peningkata cerai gugat di Mahkamah Syar’Iyah Aceh Besar karena tidak harmonisnya rumah tangga karena pertengkaran yang sulit untuk didamaikan, serta tidak bertanggung jawab kepada keluarga meninggalkan anak istri dan tidak memenuhi kewajibannya, serta faktor ekonomi yang tidak mendukung keuangan keluarga. Peran Hakim Mahkamah Syar’iah dalam melakukan mediasi terhadap cerai gugat di Mahkamah Syar’iah Aceh Besar ialah harus menjadi pendengar yang baik, memecahkan masalah, dan meredam ketegangan.
Disarankan kepada para isteri agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk menggugat cerai suami, dan memberikan kesempatan kedua agar dapat memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Disarankan kepada suami agar lebih sadar akan tanggungjawab dan kewajibannya terhadap keluarga. Dan disarankan kepada Hakim Mahkamah Syar’Iyah Aceh Besar agar selalu menerapakn upaya perdamaian dalam perkara perceraian dengan memutus perselisihan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Nurhafni, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Kewajiban Suami Terhadap Isteri, Cerai Gugat, Mahkamah Syar’iyah Aceh Besar |
| Subjects: | 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository 2 |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 03:08 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 03:08 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3465 |
