Tanggung Jawab Orangtua Terhadap Anak Akibat Perceraian (Suatu Penelitian di Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara)

Khuwatun Aini, 2001110006 (2024) Tanggung Jawab Orangtua Terhadap Anak Akibat Perceraian (Suatu Penelitian di Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of SKRIPSI.pdf] Text
SKRIPSI.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (298kB)

Abstract

Pasal 41 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang secara jelas menyebutkan pasca perceraian, orangtua tetap memiliki kewajiban untuk memelihara serta mendidik anak-anaknya demi kepentingan anak. Selain itu, biaya pemeliharaan serta Pendidikan anak merupakan tanggung jawab ayahnya. Namun dalam kenyataannya anak menjadi korban dari perceraian orangtuanya. Dimana anak tidak mendapatkan haknya sebagai anak karena orang tua tidak bertanggung jawab pemeliharaan anak setelah bercerai.
Tujuan penulisan ini untuk menjelaskan pelaksanaan tanggung jawab pemeliharaan anak setelah terjadinya perceraian, untuk menjelaskan faktor hambatan dalam pelaksanaan tanggung jawab pemeliharaan anak setelah terjadi perceraian, untuk menjelaskan upaya yang ditempuh jika terjadinya kelalaian terhadap pelaksanaan tanggung jawab pemeliharaan anak setelah terjadi perceraian.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Data dalam penelitian skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan (Field Research). Penelitian kepustakaan (library research) untuk memperoleh data sekunder dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, buku-buku dan pendapat para ahli hukum yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Penelitian lapangan dimaksudkan untuk memperoleh data primer melalui wawancara responden dan informen.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pelaksanaan tanggung jawab pemeliharaan anak setelah perceraian dilaksanakan dengan kesepakatan ayah dan ibu, mulai dari nafkah yang diberikan untuk anak, waktu bertemu ayah untuk anak dan masalah pendidikan anak. Faktor hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan tanggung jawab pemeliharaan anak yaitu dari segi umur, ayah mengalami hambatan salah satunya uang nafkah yang diberikan kepada anak tidak mencukupi kebutuhan anak, ayah tidak merasa lagi berkewajiban dalam pemeliharaan anak, orangtua yang berpisah sudah menikah lagi, , dan upaya yang ditempuh agar kelalaian dalam pemeliharaan anak terlaksana yaitu dengan meningkatkan jumlah kunjungan terhadap anak serta memberikan perhatian kepada anak, dan para pihak bisa melakukan gugatan kembali dengan membawa salinan putusan.
Diharapkan kepada masing-masing pihak baik ayah maupun ibu harus tetap berkomunikasi perihal untuk merawat dan memelihara anaknya walaupun sudah terjadi perceraian dan tetap melaksanakan putusan yang inkrah dengan melibatkan kedua orang tua dari ayah dan ibu agar tanggung jawab terhadap terlaksana dengan baik agar faktor hambatan dalam pemeliharaan anak dapat terhindarkan dan melakukan upaya yang ditempuh dengan bijak agar kelalaian dalam pemeliharaan anak setelah bercerai diatasi dengan baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Nurhafni, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Tanggung Jawab Orangtua Terhadap Anak, Perceraian
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 346 Hukum Perdata
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 2
Date Deposited: 12 Sep 2026 07:51
Last Modified: 12 Sep 2026 07:51
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3441

Actions (login required)

View Item
View Item