NISRINA HANUM, 1907210006 (2021) Hubungan Hipertensi Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (325kB)
THESIS NISRINA HANUM.pdf
Download (2MB)
Abstract
Prevalensi kejadian stunting di Indonesia masih tergolong tinggi menurut
kriteria yang ditetapkan WHO yaitu 30,8% pada tahun 2018. Banyak faktor yang
menyebabkan balita mengalami stunting salah satunya faktor maternal yaitu
hipertensi kehamilan.
Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data
riskesdas tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi pada
kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Terdapat 4 faktor
utama yang di analisis dengan kejadian stunting yaitu faktor hipertensi dalam
kehamilan, faktor maternal, faktor persalinan dan faktor balita. Analisis multivariat
menggunakan uji regresi logistik berganda dengan tingkat kepercayaan 95%.
Dari 9117 balita, sebanyak 315 balita mengalami stunting (34,56%). Analisis
multivariat adjusted usia, pendidikan ibu dan ayah, pekerjaan ibu dan wilayah,
menunjukkan faktor hipertensi dalam kehamilan berhubungan dengan stunting pada
balita (OR = 1,34; 95%CI: 1,02 – 1,61; p-value = 0,015), faktor maternal yang paling
dominan berhubungan dengan stunting yaitu grandemultigravida (OR=1,58; 95%CI:
1,15 – 2,17; p value= 0,005), faktor persalinan yang paling dominan berhubungan
dengan stunting yaitu berat badan lahir rendah (BBLR) (OR=1,84; 95%CI: 1,53 – 2,24;
p value= 0,000), faktor balita yang paling dominan berhubungan dengan stunting
yaitu imunisasi tidak lengkap (OR=1,13; 95%CI: 1,01 – 1,27; p value= 0,025). Analisis
model akhir dari keempat faktor menunjukkan variabel yang paling dominan yaitu
berat badan lahir rendah (OR=1,81; 95% CI: 1,49 – 2,20; p-value = 0,000).
Hipertensi dalam kehamilan meningkatkan risiko balita mengalami stunting.
Namun, faktor yang paling dominan berhubungan dengan stunting yaitu berat badan
lahir rendah. Perlu meningkatkan kunjungan ANC terutama pada ibu hamil dengan
hipertensi kehamilan, peningkatan perawatan komperhensif pasca persalinan
terutama pada BBLR, dan melakukan imunisasi dasar lengkap pada balita untuk
mengurangi risiko stunting.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dr.Aripin Ahmad,M.Kes Dr.Maidar,M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Hipertensi dalam kehamilan, faktor maternal, faktor persalinan, faktor balita, stunting |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | PASCASARJANA > Magister Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 3 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 07:21 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 07:21 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3102 |
