ADE AGAM PHOENNA, 1607110057 (2022) Aktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2021. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
PDF GABUNG.pdf
Download (1MB)
Abstract
Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya
pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang yang ditandai dengan indeks panjang badan
dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas z- score
kurang dari -2 SD. Hasil survei pendahuluan dengan petugas puskesmas Blang Pidie,
diperoleh informasi bahwa prevalensi stunting di puskesmas sebesar 46,2%, yang artinya
bahwa tingginya prevalensi stunting di puskesmas Blang Pidie. Fenomena yang ada terlihat
bahwa Petugas puskesmas mengatakan banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka
stunting di puskesmas tersebut seperti kurangnya pendidikan dan pengetahuan orang tua
mengenai status gizi anak yang berdampak pada kejadian stunting serta status ekonomi
yang rendah sehingga para orang tua tidak mampu memberikan makanan yang bergizi baik
bagi balita mereka, para petugas puskesmas juga mengatakan jika mereka juga sudah
memberikan penyuluhan mengenai stunting pada anak, guna mengurangi angka kejadian
stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan
dengan risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Blang Pidie
Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2019.
Desain penelitian ini dalam bentuk descriptive analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh ibu balita di wilayah kerja
PKM Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya sebanyak 115 ibu balita. Pengumpulan data
yang dilakukan dari tanggal 14-27 Agustus 2021 dengan menggunakan kuesioner melalui
wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS
21.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting sebesar 65,2%, yang lahir BBLR
sebesar 19,1%, yang diberikan ASI ekslusif sebesar 53,9%, yang ada penyakit infeksi sebesar
42,6%, yang memiliki pendapatan diatas UMP sebesar 54,8% dan memilki status gizi baik
sebesar 47,8%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara BBLR dengan
stunting p = 0,005, ada hubungan antara ASI ekslusif dengan stunting p = 0,001, ada
hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan stunting p = 0,046, ada hubungan antara
pendapatan dengan stunting p = 0,017 dan ada hubungan antara status gizi dengan
stunting p = 0,000.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa lima variable
memiliki hubungan dengan stunting di wilayah kerja PKM Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat
Daya tahun 2021. Diharapkan kepada petugas kesehatan setempat dalam memberikan
penyuluhan kepada ibu balita mengenai cara pemcegahan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Ibrahim Laweung HS,SKM,MNSc Nova Khairunnisa,SKM,M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Stunting, balita, BBLR, ASI ekslusif, Penyakit Infeksi, Pendapatan, Status Gizi |
| Subjects: | 610 Ilmu Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Repository 3 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 04:52 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 04:52 |
| URI: | http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3076 |
