Studi Kasus Terhadap Putusan Nomor 2/Pid.Sus Anak/2022/Pn Tkn Tentang Tindak Pidana Kekerasan Disertai Pemerkosaan Yang Dilakukan Oleh Anak Yang Mengakibatkan Hilangnya Nyawa Orang Lain

AKBAR SANJANI MARBUN, 2001110145 (2025) Studi Kasus Terhadap Putusan Nomor 2/Pid.Sus Anak/2022/Pn Tkn Tentang Tindak Pidana Kekerasan Disertai Pemerkosaan Yang Dilakukan Oleh Anak Yang Mengakibatkan Hilangnya Nyawa Orang Lain. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Aceh.

[thumbnail of FORM B.pdf] Text
FORM B.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI.pdf] Text
SKRIPSI.pdf

Download (5MB)

Abstract

Anak merupakan generasi penerus masa depan bangsa dan negara
Indonesia, karena itu anak memerlukan pembinaan dan bimbingan. Tindak pidana
kekerasan serta pemerkosaan yang dilakukan oleh anak yang mengakibatkan
hilangnya nyawa orang lain termasuk melanggar hukum yang berlaku yang diatur
dalam Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014
tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak Jo Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem
Peradilan Pidana Anak.
Tujuan penelitian studi kasus ini untuk mengetahui alasan hakim
menjatuhkan hukuman pidana yang relatif ringan serta putusan hakim yang belum
mencerminkan rasa keadilan.
Metode penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif
dengan pendekatan literatur serta jurnal hukum, kamus hukum, putusan
pengadilan dan juga peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan materi
dan isu yang relevan dengan permasalahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dapat dipenjara dan tidak dapat
dilakukan diversi karena ancaman hukuman penjara diatas 7 tahun sesuai pasal 7
ayat (2) UU No. 11 Tahun 2012. Hakim menjatuhkan pidana penjara yang relatif
ringan karena 3 alasan: 1) Anak berterus terang dan menyesali perbuatannya serta
berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, 2) Anak berterus terang dan tidak
berbelit-belit dalam memberikan keterangan, 3) Anak belum pernah dihukum.
Disarankan kepada Hakim supaya menjatuhkan pidana penjara terhadap
anak lebih berat lagi tidak hanya 5 tahun penjara, karena hal itu tidak
mencerminkan rasa keadilan sama sekali. Mengingat tindak pidana yang
dilakukan oleh anak sangatlah berat. Hakim harusnya melihat fakta-fakta yang
terungkap dipersidangan, seperti adanya tindak pidana pemerkosaan yang
dilakukan oleh anak. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum dalam membuat
surat dakwaannya supaya melihat adanya fakta pemerkosaan yang dilakukan oleh
anak

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Dr. Airi Safrijal, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN NOMOR 2/PID.SUS-ANAK/2022/PN TKN TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN DISERTAI PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK YANG MENGAKIBATKAN HILANGNYA NYAWA ORANG LAIN
Subjects: 340 Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum
Depositing User: Repository 3
Date Deposited: 08 Sep 2026 04:02
Last Modified: 08 Sep 2026 04:02
URI: http://repository.unmuha.ac.id/id/eprint/3057

Actions (login required)

View Item
View Item